oleh

Laporan Mulyati Kepolsek Sebatik Timur Tentang Kasus Penipuan Dan Pengelapan Dinilai Berlebihan Dan Memutar Balik Fakta.

Saya Abdul Rahman Ali Ditunjuk dan sebagai Kuasa hukum dari Nurhana dalam pemeriksaan di Polsek kami sifatnya fasif jadi kami hanya meluruskan bahasa yang disampaikan oleh Nurhana kadang-kadang beliau kurang paham dalam berbahasa Indonesia jadi bahasanya itu sering kali terulang jadi kami hanya meneruskan saja jadi selama di introgasi atau diwawancarai oleh penyidik apa yang sudah disampaikan oleh Mulyati itu kadang-kadang ada yang dibantah jadi tidak sesuai dengan laporannya beliau jadi laporan yang dilaporkan oleh Mulyati itu tidak sependapat dengan Nurhana jadi banyak yang diralat dan dibantah.

Sepertinya saudari Nurhana ini “semacam orang yang dijadiin alat yang untuk mencari nasabah dan hasil dari Nasabah itu berupa uang itu diserahkan kepada Mulyati jangka tapi dalam jangka kurang lebih 2 bulan dan uang tersebut sudah terkumpul, kalau di katakan semua sekitar 400 juta akhirnya jadi masalah setelah itu dibuatlah Rekayasa sedemikian rupa supaya seolah-olah Nurhana ini berhutang terhadap Mulyati sebanyak RM125.000 Ringgit dan itu pun tidak diakui Nurhana karena itu rekayasa.ujar Abdul Rahman.SH selaku penasehat Hukum Nurhana.

Saudari Nurhana ini dijadikan korban penipuan karena fakta di lapangan itu mengatakan bahwa Nurhana ini alat untuk mencari nasabah dan setelah mendapatkan uang langsung disetorkan ke Mulyati.

Setelah kami perhatikan ternyata ada yang janggal dari hasil laporan itu karena saudari Muliati ini terus mendesak bahwa “saudari Nurhana ini ada berhutang ke saudari Mulyati Sebesar RM 125.000 ringgit Akhirnya Nurhana keberatan dengan utang piutang ini karena Hana tidak merasa memiliki hutang”.

Bribtu Rahmat selaku Penyidik bahwa sesuai laporan polisi no:LP/B/28/X/202/SPKT/Polsek Sebtim/ResNnk/Polda Kaltara 15/10/2021. dan sesuai surat Perintah penyelidikan No:S.P.Lidik/×/2021 Reskrim tanggal 16 Oktober 2021. menceritakan peristiwa awalnya dilaporkan oleh ibu Mulyati pada tgl 15/10/2021 Oktober kemarin, “dilaporkan dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan uang”,
dari laporan saudari Mulyati pada saat itu melaporkan bahwa uang sebesar RM 125.000 Ringgit Malaysia telah digelapkan atau ditipu oleh saudara Nurhana”.

Adapun awal mulanya itu sebelumnya mereka mengadakan Bisnis Tukar Menukar Uang Ringgit Malaysia kerupiah.

Abdul Rahman Ali.SH pengacara Nurhana yang berdiri pakai kerudung Kuning saat diwawancarai Wartawan terkait dugaan penipuan dan Pengelapan

Dari keterangan saudara Nurhana bahwa transaksi tersebut berjalan sudah 7 kalinya dan transaksi yang ke-7 nya itu uang yang diberikan dari saudara Mulyati kepada saudari Nurhana tidak kembali setelah dari keterangan saudara Muliyati bahwa saudari Nurhana awalnya menjanjikan uang tersebut akan dikembalikan dalam bentuk Rupiah ujar Briptu Rahmat

Tapi setelah beberapa kali ditagih, saudari Nurhana menyebutkan berbagai alasan yang pertama kunci lemarinya hilang kemudian uang itu di rampok, kemudian dia mengambilkan uang di bank tapi uang itu tidak cair.

Terus dia berupaya mencarikan uang muka juga tidak ada dan itu semua diakui oleh saudari Nurhana setelah pemeriksaan tadi itu diakui oleh saudari Nurhana bahwa benar dia berkata seperti itu tapi untuk mengambil uang tersebut tidak mengakui bahwa dia tidak pernah mengambil uang tersebut sampai saat ini Penyidik masih mencari alat bukti yang lain untuk memberikan suatu tindak pidana menjadi terang.

Bentuk tindak lanjut yang akan kami laksanakan setelah ini, kami akan laksanakan gelar perkara terlebih dahulu untuk menentukan langkah kami kedepannya apakah tindak pidana ini sudah bisa kami tetapkan tersangkanya ataupun kami masih melakukan penyelidikan terlebih dahulu, dan itu nanti tergantung dari hasil gelar perkara.

Hasilnya tersebut juga akan dinilai untuk menguji alat bukti yang ada, “Kalau pengakuan dari saudari Nurhana beliau terakhir kali tidak ada menerima uang tapi yang menjadi kejanggalan disini dari pihak kepolisian dan penyidik mengapa saudari Nurhana mau menandatangani kuitansi tersebut”,
Apalagi kuitansi Kosong tersebut waktu itu bermaterai 10.000

Selanjutnya kenapa saudari Nurhana mengatakan bahwa uang itu ada di lemari uang apa yang dimaksud karena ada juga bukti percakapan mereka bahwa saudari mulyati meminta uang kepada saudari Nurhana dan saudari Nurhana ini berkali-kali ditagih melalui pesan whatsapp.

Akan tapi saudari Nurhana ini terus memberikan alasan untuk supaya menghilangkan jejak beliau sehingga ada upaya-upaya kesitu yang kita lihat untuk menghilangkan sesuatu?

Dan kita belum tahu yang jelasnya dari pengakuan saudari Mulyati bahwa benar memang kwitansi yang ditandatangani tersebut benar-benar di serahkan uangnya kepada saudari Nurhana Alias ana Ujar Briptu Rahmat selaku Penyidik Polsek sebatik Timur Polres Nunukan Polda Kaltara.

Kalau kerjasama bisnis yang mereka lakukan itu ada yang berbentuk sembako juga tukar-menukar ringgit-rupiah hanya itu saja kerjasama mereka di luar dari itu kami tidak disampaikan oleh kedua belah Pihak (Yuspal)

News Feed