oleh

Setelah Ramai Ajakan Serbuan Vaksinasi Alhamdulilah,Banjarmasin Menjadi PPKM Level 2

BANJARMASIN, infobanua.co.id – Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel, termasuk di Kalimantan Selatan. Bedanya, kini tak ada lagi daerah masuk level IV.

Pemerintah pusat melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2021 menetapkan Banjarmasin masuk kriteria PPKM Level 2 bersama dengan Tanah Bumbu (Tanbu) dan Banjarbaru. Sepuluh daerah lainnya di Kalsel ditetapkan dalam PPKM Level 3.

Lantas, apa saja faktor yang memengaruhi pemerintah pusat menurunkan level pembatasan kegiatan warga di Kalsel?

Analisis Anggota Tim Pakar Covid-19, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Hidayatullah Muttaqin, membaiknya situasi penularan Covid-19 di ibu kota Kalsel dibanding dua pekan belakangan jadi alasannya.

“Hal itu merupakan pendorong utama turunnya level PPKM Banjarmasin sebanyak dua tingkat,” ujar akademikus muda ini. Jumat (22/10).

Jika pada akhir September hingga awal Oktober asesmen situasi Covid-19 Banjarmasin masih berada di Level 3 maka dalam dua pekan terakhir sudah turun ke Level 2.

“Begitu kasus kematian sudah turun dan tracing tembus di atas 5, asesmen turun ke Level 2,” ujarnya.

Di samping perbaikan situasi Covid-19, capaian vaksinasi Banjarmasin ternyata juga mengalami perbaikan dari 52% dosis 1 dan 31% dosis 2 pada 4 Oktober dari target menjadi 59% untuk dosis 1 dan 38% dosis 2 pada 18 Oktober.

Sementara vaksinasi warga lanjut usia atau lansia membaik dari 26% dosis 1 dan 20% dosis 2 menjadi 28% dosis 1 dan 22% dosis 2.

Namun, kata Taqin, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan dalam penanganan pandemi Covid-19 di Banjarmasin.

Pertama, terjadi penurunan kinerja tracing. Rasio Kontak Erat per minggu menurun dari semula 6,4 pada 10 Oktober ke tingkat 3,3.

Kedua, meskipun capaian vaksinasi terus mengalami peningkatan, proporsi warga yang sudah tervaksinasi lengkap baru 30% dari total jumlah penduduk Banjarmasin.

Berpijak pada pengalaman Singapura, kata Taqin, yang berhasil memvaksinasi lengkap 82% penduduknya tetapi masih tidak bisa menghindari ledakan 3.000 kasus per hari pada saat ini.

Ketiga, data mobilitas penduduk dari Google menunjukkan terjadi peningkatan tajam pergerakan masyarakat di Kalsel seperti keadaan sebelum Gelombang Ketiga Kalsel.

Bahkan mobilitas penduduk untuk kegiatan berbelanja di pusat perbelanjaan dan pasar, makan di restoran dan kafe 12-24% lebih tinggi dari situasi sebelum pandemi Covid-19 pada awal tahun 2020.

Keempat, euforia pelonggaran dapat memicu menurunnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan di mana berdasarkan data Satgas Covid-19 Pusat, daerah-daerah lainnya di Kalimantan Selatan sudah mengalami penurunan prokes.

“Intinya tetap waspada, tetap prokes, karena pandemi belum usai,” ujar dosen Fakultas Ekonomi, ULM Banjarmasin ini.

Kasus memang sudah sangat menurun, tetapi menurut Taqin jika masyarakat lalai bukan tak mungkin penularan bisa meningkat kembali.

feb

News Feed