oleh

Provinsi Sumatera Barat Siap Migrasi ke TV Digital

Jakarta – Pemerintah terus mengajak segenap masyarakat untuk bersiap beralih ke siaran TV Digital. Hal itu dikarenakan migrasi ke siaran TV Digital merupakan langkah pertama dan penting persiapan Indonesia memasuki era ekonomi digital. 

 

Beralihnya sistem penyiaran TV Analog ke TV Digital memberikan peningkatan kualitas tayangan televisi, sekaligus membuka jalan hadirnya layanan internet pita lebar (broadband) atau 5G. Layanan internet cepat, berkualitas dan kuat adalah pondasi era digital.

 

Kementerian Kominfo mengajak bersama-sama seluruh bangsa untuk beralih ke TV Digital dan tidak menunda-nunda. Sekalipun jadwal jadwal penghentian siaran TV Analog sebagaimana  ketentuan UU No. 11 tahun 2011 tentang Cipta Kerja adalah 2 November 2022, beralih ke TV Digital lebih awal, lebih banyak manfaatnya. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika, Rosarita Niken Widiastuti dalam Talk Show daring bertajuk “Sumatera Barat Siap Analog Switch Off (ASO)”. Kamis, (28/10/ 2021).

 

Bagi Indonesia yang sangat besar ini, proses migrasi ke TV Digital melibatkan banyak sekali faktor. “Proses migrasi ke TV digital atau Analog Switch Off (ASO) ini akan melibatkan 697 lembaga penyiaran televisi yang bersiaran dengan terestrial analog, dan 44,5 juta rumah tangga yang saat ini menyaksikan secara televisi Analog,” kata Niken.

 

Langkah Peralihan ke TV Digital

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Gugus Tugas ASO Kemenkominfo Haryukresna Widhiputranto memaparkan langkah-langkah pemerintah mewujudkan proses peralihan ke TV Digital tersebut. Langkah demi langkah ditata untuk menciptakan peralihan yang halus dan harmonis. 

 

“Kita mulai dengan siaran digitalnya, ketika masyarakat siap dan lembaga penyiaran siap, kita bersama-sama pindahnya. Ada empat hal yang dipersiapkan, pertama infrastruktur. Sebagai penunjang penting, saat ini infrastruktur sudah bisa menjangkau 70 persen populasi. Kalau di Sumatera Barat, sudah lebih dari 70 persen yang terjangkau,” kata Haryu. 

 

Langkah kedua yaitu menyiapkan pemindahan program siarannya. Haryu mengatakan ketika masyarakat beralih ke TV digital harapannya bisa menonton siaran yang sebelumnya ditonton di analog. “Di Padang ini ada 20 siaran TV analog dan ini yang akan dipindahkan. Hal ketiga adalah perangkat, Set Top Box (STB). Ini alat penting untuk menonton siaran TV Digital. Pastikan STB nya bersertifikasi,” kata Haryu. Bagi rumah tangga miskin, pemerintah bersama lembaga penyiaran menyiapkan bantuan STB. Hal keempat yang perlu dan penting adalah sosialisasi ke masyarakat. 

 

Saat ini hal penting yang perlu mendapat perhatian masyarakat adalah kapan penghentian siaran TV Analog. Provinsi Sumatera Barat terbagi dalam delapan wilayah layanan siaran. Namun, hanya tiga wilayah layanan saja yang langsung terdampak ASO. Ketiga wilayah layanan itu adalah Sumatra Barat-1 mencakup Kabupaten Solok, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, Kota Pariaman.  Kawasan tersebut masuk tahap pertama penghentian yaitu 30 April 2022. 

 

Sedangkan Sumatera Barat-4 mencakup Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Payakumbuh dan Sumatera Barat-7 meliputi Kabupaten Pesisir Selatan masuk jadwal kedua ASO yaitu 25 Agustus 2022. 

 

Untuk beralih ke TV Digital, ada satu langkah mudah yang bisa masyarakat lakukan yaitu melakukan pengecekan televisi di rumah masing-masing. Kalau TV di rumah sudah ada tuner standar DVB T2 di dalamnya, cukup lakukan scanning ulang saja maka otomatis siaran digital sudah bisa dinikmati. Bila pesawat televisi masih analog, perlu tambahan STB. 

 

Bagi masyarakat yang mampu bisa mulai membeli, memasang STB, bermigrasi ke TV Digital sekarang dan menikmati beragam manfaatnya. Bersih gambarnya, jernih suaranya, canggih teknologinya. Gratis menontonnya, tidak perlu biaya langganan atau pulsa.

(adv)

News Feed