oleh

Bea Cukai Kalbagsel Musnahkan 1 Juta Batang Rokol Ilegal dan Miras Senilai Rp1,1 Miliar

Banjarmasin – Bea Cukai Wilayah Kalimantan Bagian Selatan memusnahkan 1 juta batang rokok illegal serta puluhan botol minuman keras. Adapun total Barang Kena Cukai (BKC) yang dimusnahkan atas penindakan BKC HT dan MMEA mulai triwulan keempat tahun 2020 hingga triwulan kedua tahun 2021 sejumlah 1.080.720 batang dan 137 botol minuman keras dengan total nilai Rp1.131.634.400 dan potensi kerugian negara sebesar Rp.495,341.600,-

Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan, Ronny Rosfyandi, mengungkapkan bahwa Pemusnahan BKC HT dan MMEA ini merupakan salah satu upaya Bea Cukai Kanwil Kalbagsel dalam menggempur peredaran rokok dan miras ilegal di wilayah pengawasan Kanwil DJBC Kalbagsel.

“Pada triwulan keempat tahun 2020 hingga triwulan kedua tahun 2021, Bea Cukai Kanwil Kalbagsel telah melakukan 37 (tiga puluh tujuh) penindakan BKC HT dan MMEA illegal,” katanya usai acara pemusnahan barang bukti di Kantor Bea Cukai Wilayah Kalimantan Bagian Selatan, Kamis (18/11/2021).

Kata Ronny, jenis barang itu berupa rokok sebanyak 39 merek diantaranya adalah GLX Bold, Ness, Blackberry, CS, MS Bold, Mali Bold, GP 46, Supra Bold, Cahaya Agung Bold, dan Diva serta untuk BKC MMEA sebanyak 6 merek diantaranya adalah Red Label, Singleton, dan Black Label.

“Barang tersebut ditegah dari peredaran di wilayah kerja Bea Cukai Kanwil Kalbagsel karena melanggar Undang-undang Nomor 39 tahun 2007 tentang Cukai. Modus yang digunakan adalah tidak dilekati pita cukai dan dilekati pita cukai palsu,” katanya.

Sebagal community protector dan revenue “collector, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai memiliki tugas untuk mengawasi peredaran Barang Kena Cukai (BKC). Sejalan dengan hal itu Kantor Wilayah DJBC Kalbagsel dibawah pimpinan Ronny Rosfyandi berupaya maksimal untuk menekan peredaran rokok ilegal.

Berdasarkan hasil survei cukai rokok ilegal yang dilakukan oleh P2EB UGM diketahui bahwa terdapat penurunan persentase rokok ilegal di tahun 2020 sekitar 4,86Y6 dimana persentase ini turun dibanding dengan tahun 2018 sebanyak 7,046. Penurunan persentase rokok ilegal di pasaran mengindikasikan pengawasan yang efektif di bidang cukai.

Bertempat di dua lokasi berbeda, yaitu di Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan dan di TPA Banjarbakula telah berlangsung Pemusnahan Barang Kena Cukai Hasil Tembakau dan Minuman Mengandung Etil Alkohol. Sebagian Rokok Ilegal dimusnahkan dengan cara di bakar di Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan, sedangkan yang lain dimusnahkan dengan cara dicampur sampah dan ditimbun dengan tanah di TPA Banjarbakula. Untuk Minuman Keras Ilegal, sebagian dimusnahkan dengan cara  dipecahkan botolnya menggunakan palu di Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Selatan. Sedangkan yang lain dimusnahkan dengan cara dilindas menggunakan stum kemudian ditimbun dengan tanah di TPA Banjarbakula.

Atas penindakan sebagaimana dimaksud telah ditetapkan sebagai Barang yang Dikuasai Negara (BDN) yang selanjutnya ditetapkan menjadi Barang Milik Negara (BMN). Atas nama Menteri Keuangan, Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Banjarmasin telah memberikan persetujuan pemusnahan atas BMN yang dikelola Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Selatan melalui surat nomor S181MK OBAWKN 12/KNL 03/2021, S-182/MK 08/WKN 12/KNL 03/2021, S& 163IMK OBAWKN 12/KNL 03/2021, dan $-184/MK 08/WKN 12/KNL 03/2021 tanggal 25 Oktober 2021.

Pemusnahan atas BMN tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PM Nomor 3GV/PMK 04/2014 tentang Tata Cara Penyelesaran Barang Kena Cuka (BKC) dan Barang-Barang Lam yang Dirampas untuk Negara atau yang Dikuasai Negara yang menyatakan bahwa penyelesaian lebih lanjut dari BKC yang menjadi milik negara harus dimusnahkan oleh pejabat bea dan cukai.

ida