oleh

Selama Natal dan Tahun Baru MBK Tetap Buka Dapat Dikunjungi

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar, selama libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 tidak akan menutup kawasan wisata Makam Bung Karno (MBK) di Kelurahan Bendogetit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Wali Kota Blitar, Santoso, mengatakan, meskipun rencana Pemerintah Pusat akan menerapkan PPKM Level 3 di seluruh daerah Indonesia pada 24 Desember 2021 sampai dengan 02 Januari 2022.

Makam Bung Karno tidak ditutup, tapi jumlah pengunjung di Makam Bung Karno dibatasi untuk tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19, dengan benar dan ketat.

“Sesuai ketentuan, untuk lokasi kawasan wisata termasuk Makam Bung Karno tidak ditutup.Tapi wisatawan yang berkunjung dikurangi atau dibatasi jumlahnya,” kata Walikota Blitar, Santoso, Jum’at, 26-11-2021.

Menurut Santoso, terkait kebijakan PPKM Level 3, Pemkot Blitar tetap akan mematuhi kebijakan dari Pemerintah Pusat. Meski sekarang Kota Blitar, sudah berstatus PPKM Level 1.

“Kebijakan dari Pemerintah Pusat ini tentu harus kami patuhi selama libur Natal dan Tahun Baru. Kami harus patuh untuk mencegah penyebaran covid-19,” jlentrehnya.

Lebih dalam Santoso menuturkan, saat penerapan PPKM Level 3 selama libur Natal dan Tahun, Pemkot Blitar akan melakukan pengetatan mobilitas warga masyarakat.

“Meskipun pariwisata tetap buka dan pusat perbelanjaan tetap buka, tapi tetap akan ada pengetatan kegiatan warga masyarakat,” ungkapnya.

Sementara ditempat terpisah, Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan, mengatakan, pengamanan Natal dan Tahun Baru akan disesuaikan dengan penerapan PPKM level 3.

Termasuk pencegahan kegiatan yang menimbulkan keramaian dan kerumunan banyak orang.

“Untuk lebih detailnya kami masih menunggu petunjuk dari pusat,” kata Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan.

Menurut Yudhi, namun yang akan kami tekankan dan kami fokuskan adalah tidak ada kegiatan yang menimbulkan keramaian dan kerumunan orang di Kota Blitar.

“Meski kasus covid-19 di Kota Blitar sudah melandai, tapi kami tidak ingin dengan adanya pesta yang menyebabkan kerumunan orang justru akan memunculkan kluster baru,” pungkasnya. (Eko.B). 

News Feed