oleh

Kades Sindangraja Gugat Pjs kades Dan PT Tirta Fresindo Jaya Serta Tuntut Ganti Rugi 12 Miliar

Cianjur, Infobanua.co.id – Kepala Desa Sindangraja Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur,gugat Pjs kades,ketua BPD, LPM,Bumdes dan PT Tirta Fresindo Jaya dengan gugatan telah melakukan perbuatan melanggar hukum.

Gugatan tersebut dilayangkan menyusul adanya perjanjian sewa lahan milik desa yang dilakukan oleh para tergugat di anggap menyalahi aturan yang berlaku.

Kuasa hukum kepala Desa Sidangraja,Karnaen, S.H., M.H, mengatakan bahwa kliennya telah mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Asep Hasan Basi, mantan Pjs Kepala Desa Sindangraja Periode 2019 -2020, Ace Rudeni, Ketua BPD Desa Sindangraja, Ade Purnama Ketua LPM Desa Sindangraja, Alek Suhendar, Ketua Bumdes Desa Sindangraja, Direktur Utama PT. TIRTA FRESINDO JAYA yang beralamat di Jl. Baru Jonggol, Desa Sindangraja, Kecamatan Sukaluyu-Kabupaten Cianjur, Irina Yatti Setyadarma, S.H selaku Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah yang beralamat Jl. Suroso No. 28 Kabupaten Cianjur,serta Pemerintah Kabupaten Cianjur Cq Kecamatan Sukaluyu dan Pemerintah Kabupaten Cianjur Cq Bupati Cianjur.

“Gugatan ini di lakukan terkait dugaan perbuatan melawan hukum yang dipicu adanya sewa kontrak aset Desa Sindangraja kepada PT. Tirta Presindo Jaya yang dilakukan tidak transparan oleh para tergugat hingga masyarakat Desa Sindangraja mengalami kerugian yang cukup signifikan,”ucap Karnaen usai sidang perdana kasus ini,Rabu (01/12/2021).

Karnaen menjelaskan bahwa permasalahan gugatan ini terkait adanya perjanjian sewa lahan milik desa seluas 20.370 M2 [dua puluh ribu tiga ratus tujuh puluh meter persegi) dan Tanah seluas 748 M2 [tujuh ratus empat puluh delapan meter persegi] di Blok Pasir Malang yang di anggap tidak sesuai aturan atau cacat hukum.

‘perjanjian sewa lahan tersebut tidak sesuai aturan karena perjanjiannya selama 15 tahun,harusnya hanya 2 atau 3 tahun saja,selain itu seharusnya dana atau uang sewa tersebut masuk ke rekening Kas Desa Sindangraja, Ini kan tidak masuk ke rekening kas desa,”ungkap karnaen.

Di ketahui nominal uang sewa atas 2 Bidang Tanah Desa yang disewa oleh PT. Tirta Fresindo Jaya, dengan jumlah seluruh sewa sebesar Rp.290.372.500,- [dua ratus sembilan puluh juta tiga ratus tujuh puluh dua ribu lima ratus rupiah] tidak dimasukin Kas Desa.

“Untuk hal itulah kami menggugat kepada para tergugat untuk membatalkan perjanjian sewa lahan tersebut karena cacat hukum., dibatalkan demi hukum yang berlaku. Intinya, ke depan bisa ditindaklanjut dengan kerja sama tentang pengelolaan aset desa sesuai peraturan perundangan berlaku, dan kita juga menuntut para tergugat Untuk mengganti kerugian sebesar 12 Miliar rupiah,”pungkasnya.

Hasbi (Abi)

News Feed