oleh

Perkuat pengawasan internal,Inspektorat lakukan gelar pengawasan daerah kabupaten pekalongan

KAJEN – Sebagai lembaga yang berwenang melakukan pengawasan internal atas penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pekalongan. Inspektorat Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan acara Gelar Pengawasan Daerah Kabupaten Pekalongan yang dilaksanakan pada siang ini, Selasa (7/12/2021) di Aula lantai 1 Setda Kabupaten Pekalongan.

Gelar Pengawasan Daerah tersebut, merupakan salah satu program dari Inspektorat Kabupaten Pekalongan sebagai lembaga pengawas internal untuk memastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pekalongan berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dan pada kesempatan tersebut, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, S.E.,M.M., mengatakan dalam sambutannya bahwa acara Gelar Pengawasan Daerah yang diselengagrakan oleh Inspektorat, akan pihaknya jadikan acuan dan catatan supaya bisa memperbaiki kinerja kedepannya. Dan Fadia berharap untuk para kepala OPD, camat serta pimpinan lembaga yang mendapat nilai kurang baik dari hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Pekalongan tahun 2021 ini, untuk segera menyiapkan langkah dan strategi perbaikan kinerja. Utamanya SDM para aparatur sipil negara yang diharapkan bisa ditingkatkan lagi profesionalismenya sehingga kekeliruan yang saat ini dilakukan bisa diperbaiki untuk kedepannya.

‘’Pada hari ini sama-sama melihat paparan langsung dari kepala inspektorat kita dimana hasil temuan dan laporan ada saya selalu baca dan perhatikan laporan dari inspektorat sampai dengan kesimpulannya. Ini menjadi catatan dari saya apabila dari dinas-dinas yang mungkin ditemukan adanya kesalahan-kesalahan dengan ketidaksengajaan,’’ kata Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Selanjutnya, Fadia menambahkan bahwa untuk meningkatkan profesionalisme kinerja di masing-masing OPD, tahun 2022 mendatang pihaknya akan merumuskan langkah untuk bisa memberikan reward pada lima besar dinas terbaik dan 5 besar dinas terburuk kinerjanya. Menurutnya, hal tersebut bisa dijadikan pemantik oleh masing-masing OPD untuk bekerja lebih baik lagi.

‘’ Karena nanti tahun 2022 saya minta pak sekda untuk bisa merumuskan cara bagaimana dinas-dinas yang paling terbaik sampai limas besar agar bisa mendapatkan reward berupa anggaran tambahan. Karena kerja kalau ada reward kan jadi semangat ya,’’ ungkap Fadia.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala Inspektorat Kabupaten Pekalongan Drs. Ali Riza, M.Si., selaku penyelenggara acara menyampaikan bahwa Gelar Pengawasan Daerah yang pihaknya lakukan adalah sebagai wadah untuk memaparkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) yang telah pihaknya lakukan kurun waktu tahun 2020 dan tahun 2021 ini.

Menurut Ali Riza, untuk tahun 2021 ini, Inspektorat Kabupaten Pekalongan hanya berhasil melakukan pemeriksaan sebanyak 27 LHP saja, karena imbas Covid-19 jadi banyak anggaran yang direfokusing. Jadi LHP tahun 2021 menurun drastis daripada tahun 2020.

‘’Di tahun 2020 kita bisa menyelesaikan 85 LHP dari 911 objek pemeriksaan, namun tahun 2021 ini kita hanya 27 LHP,’’ jelas Kepala Inspektorat Kabupaten Pekalongan Ali Riza.

Ali Riza juga menuturkan bahwa di tahun 2021 ini, untuk hasil pemeriksaan secara umum sudah baik. Namun ada beberapa spot-spot yang masih perlu diperbaiki utamanya untuk laporan keuangannya di tingkat desa-desa dan kecamatan.

Menurut Ali Riza, untuk bisa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK Provinsi Jawa Tengah, indicator utama penilaiannya adalah laporan keuangan daerahnya. Sehingga Ia berharap para OPD juga bisa segera menyelesaikan laporan keuangannya dengan baik.

‘’Menuju WTP Ketujuh ada dilaporan keuangan pemerintah daerah. Semoga WTP ketujuh bisa kita capai,’’ pungkasnya.

(Yanto)

News Feed