Roy Rizali Anwar Berharap Raperda APBD 2021 Dapat Menjadi Bahan Melaksanaan Pembangunan Yang Lebih Efektif, Efisien Berdaya Guna Dan Tepat Sasaran

  • Whatsapp

BANJARMASIN, infobanua.co.id – Pemerintah Provinsi dan DPRD Kalimantan Selatan memiliki pendapat dan persepsi tentang permasalahan pembangunan dan arah kebijakan penggunaan anggaran tahun 2021.

Pertumbuhan ekonomi secara nasional maupun daerah mengalami perlambatan pada tahun ini, kondisi ini sangat berpengaruh terhadap dinamika kerangka makro daerah, sektor ekonomi, kesehatan dan sosial juga terdampak cukup parah.

“Berkurangnya pendapatan daerah, tidak menyurutkan semangat kita untuk terus berjuang dengan cara-cara profesional, efisien, efektif dan akuntabel dalam penggunaan anggaran yang diarahkan pada prioritas pelayanan masyarakat,” ucap Penjabat Sekretaris Daerah Kalsel, Roy Rizali Anwar mewakili Plt. Gubernur Kalsel pada Rapat Paripurna tentang Jawaban Gubernur Kalsel terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel, Senin (26/10).

Disisi lain, Roy mengutarakan pemerintah daerah juga berupaya meningkatkan efektifitas penyaluran subsidi ke masyarakat miskin dengan perbaikan basis data yang akurat dan terpadu sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu dan tepat kualitas serta tepat administrasi.

“Kami sependapat bahwa prioritas alokasi anggaran program kegiatan dapat sepenuhnya mengakomodir pemulihan sektor ekonomi, kesehatan, sosial dan pendidikan,” ujar Roy.

Ia menginginkan agar APBD Kalsel 2021 mampu menjawab berbagai persoalan pembangunan, baik untuk meningkatkan pelayanan, memberdayakan masyarakat dan mendorong perbaikan kesejahteraan masyarakat.

Diharapkan Raperda APBD 2021 dapat menjadi bahan dalam pelaksanaan pembangunan yang lebih efektif, efisien berdaya guna dan tepat sasaran.

“Mudah-mudahan dapat juga meningkatkan kualitas efisiensi keuangan daerah dalam membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan terhadap masyarakat khususnya untuk menanggulangi dampak sosial dan kemiskinan seperti program penguatan UMKM dan bantuan sosial,” pungkasnya.

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *