11 Kabupaten Kota Terdampak Banjir Pemprov Kalsel Kembali Terima Bantuan Penanganan Dari Tni Al

  • Whatsapp

BANJARMASIN, infobanua.co.id – Bantuan banjir yang melanda 11 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan terus mengalir dari TNI Angkatan Darat (AD) dan Angkatan Udara (AU). Pemprov Kalsel kembali menerima bantuan penanganan banjir berupa kebutuhan logistik dan alat berat dari TNI Angkatan Laut (AL), di Banjarmasin, Kamis (28/1).

Bantuan yang diberikan berupa mobil truk dapur lapangan milik Korps Marinir dan TNI AU, peralatan dan perlengkapan satuan lapangan dari Badan Perbekalan TNI berupa 20 set tenda, 100 unit velbed, 50 unit meja dan kursi lapangan, 100 unit pelampung dan 500 lembar selimut lapangan loreng, bahan kontak bantuan dari Kementerian, bahan kontak bantuan dari Komando Armada Satu dan Dua dan bahan kontak bantuan dari Pengurus Pusat Jalasenastri serta bahan kontak bantuan dari para donatur sipil.

Adapun personil TNI AL yang terlibat dalam Satuan Tugas Penanggulangan Banjir di Kalsel sebanyak 203 orang terdiri dari 115 prajurit Pangkalan TNI AL Banjarmasin, 79 prajurit Korps Marinir dan lima prajurit pasukan khusus TNI AL dari Komando Pasukan Katak serta empat prajurit penyelam dari Komando Armada dua.

Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbrin Noor berharap bantuan dari TNI AL dapat meringankan berbagai kesulitan masyarakat dan mempercepat pemulihan berbagai sektor yang terdampak banjir.

“Kehadiran TNI dalam membantu pemerintah dan masyarakat Kalsel sudah sering dilakukan. TNI hadir disetiap penanganan bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dan TNI juga ikut andil dalam mendukung pembangunan pertanian di Kalsel,” ungkap Sahbirin.

Sementara itu, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Banjarmasin, Kolonel Laut (P) Sandharianto menyampaikan TNI AL mempunyai misi yaitu menjamin terlaksananya tugas-tugas bantuan kemanusiaa.

“Kedepannya TNI AL terus berkomitmen untuk dapat memberikan yang terbaik dengan mengerahkan segala daya upaya di dalam membantu penanggulangan korban bencana yang terjadi di Indonesia,” pungkasnya Kolonel Laut (P) Sandharia

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *