Menteri Pertanian SYL Pemulihan Pasca Bencana Banjir Kalsel Perlu Waktu 200 Hari

  • Whatsapp

Bencana Banjir Januari 2021 di Kalimantan Selatan yang melanda 9 kabupaten / kota membuat trauma masyarakat Banua dan kepriharltinan seluruh bangsa Indonesia.Ditengah keprihatinan masih dihantui oleh kembali menyebarnya wabah Pandemi Covid-19 pase ke 2.  Bagaikan sudah jatuh tertimpa tangga khususnya ruang gerak aktifitas masyarakat yang dibatasi oleh prorokol kesehatan, nadi perekonomian pun terasa melamban dalam kurun hampir setahun.

Tanggal 17 Januari 2021 adalah sejarah goresan tinta hitam bagi masyarakat Kalimantan Selatan dimulai guyuran hujan intensitas tinggi hingga 200 mm dalam waktu 48 jam mengakibatkan volume air di sungai-sungai besar tidak dapat menampung air kiriman dari bagian hulu kawasan pegunungan meratus ke dataran rendah.

Martapura, infobanua.co.id – Akibatnya debit air tidak tertampung diperparah banyak sungai – sungai kecil pembagi  banyak ditutup oleh pembangunan kawasan indusrri  dan perumahan yang kian menjamu. Namun Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam arahan ketika menyerahkan simbolis bantuan kemanusiaan sebanyak  20 truk dari presiden, 1100 ton benih padi untuk percepatan tanam,dan 30.000 ekor itik di Martapura kabupaten Banjar Kalsel, Rabu 10 Februari 2021.

Hendaknya jangan menyalahkan siapa -siapa dalam musibah bencana alam yang tidak direncanakan. Kita normalkan secara bersama – sama. Menyikapinya harus bijak apa yang harus didahulukan. Ada tiga sasaran kata Mentan yang pertama agenda darurat yakni bantuan pangan dalam kondisi sangat tidak bisa ditunda saat terjadi musibah, selamatkan produktifitas yang mungkin bisa diselamatkan dan bantuan emergensi dan evakuasi.

Banjir waktunya misal seminggu tapi perbaikan pasca banjir memerlukan waktu lama dan ini harus didukung bersama -sama.Agenda kedua temporary  perbaikan sarana prasaran yasg umumnya memerlukan waktu 200 hari.Agenda ketiga permanen sistem yakni normalisasi sempurna dari semua  komponen yang merupakan kesatuan dalam unit sehingga segala aktivitas kembali seperti sediakala.

Mentan juga mintan kepada para Dirjen menjabarkan semuanya bersama.sama mengawal dengan pemerintah setempat(Kalsel) dalam pelaksanaan tugas bersama membangun kembali segala pasilitas yaag rusak dengan model kerja padat karya sehingga rakyat tidak kehilangan pekerjaan pasca banjir dimana ancaman pandemi Covid 19 juga belum usai.

Kerusakan pasilitas pertanian di Kalsel akibat bencana alam banjir di berdasarkan himpunan dinas TPH Kalsel mencakup 10 kabupaten dengan kerugian 93 ribu hektar sawah yang ada persemaian dan tanaman padi 38,8 ribu hektar dinyatakan puso. Sedangkan kerusakan Alsintan dan prasarana lain seperti jembatan dan jalan usaha tani program serasi hancur dengan traksaksi  1,3 Trilyun Rupiah.

Dari 10 kaupaten/kota terparah ada 4 kabupaten yakni kabupaten Banja, Tanah laut, Barito Kuala dan Hulu Sungai Tengah. Sementara fasilitas pertanian dikabupaten Banjar transaksi 38,2 Milyar dengan rincian kerugian tanaman pangan 16,619 M, bidang hortikuktura 5,75 M,Alsintan 4,12 M, infrastruktur jalan usaha tani dan jembatan program serasi,padi terendam transaksi 6,959 Milyar, gedung BPP 9 unit dan pasilitas kantor BPP, IT , rumah PPL 88 unit  transaksi 6,959 M. Data tersebut hasil himpunan laporan petugas dinas TPH Banjar di 19 kecamatan mencakup 207 desa.

 

Ayi Kuswana/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *