Kejari Blitar Musnahkan Barang Bukti Senilai Hampir Rp.1 Miliar

  • Whatsapp
Pemusnahan barang bukti yang sudah inkrah di Kejari Blitar, Selasa 30-03-2021.

Blitar, Infobanua.co.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Blitar, melakukan pemusnahan barang bukti dari 350 kasus dalam kurun waktu setahun terakhir.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Blitar, Bangkit Sormin, mengatakan bahwa,
ada 11 jenis barang yang dimusnahkan, diantaranya rokok tanpa cukai yang merugikan negara sekitar Rp 200 juta, pemusnahan barang bukti tersebut dilaksanakan di halaman tengah kantor Kejari, jalan Sudancho Soeprijadi, Kota Blitar.

“Dari 11 jenis barang tersebut di antaranya sebanyak 250 gram ganja, 105.750 gram sabu, dan 77. 199 butir psikotropika. Ketiga barang tersebut dari kasus pidana umum dan pelanggaran UU Kesehatan,” kata Kajari Blitar, Bangkit Sormin, Selasa 30-03-2021.

Menurut Bangkit, bahwa dari kasus pidana khusus, dimusnahkan hampir 10.000 batang rokok ilegal dan 1.100 botol Miras (Minuman Keras).

Dari rokok ilegal saja potensi kerugian negara mencapai Rp 200 juta. Sedangkan dari Miras ilegal, merugikan negara sebesar Rp 4,1 juta.

“Ribuan barang yang kami musnahkan ini, merupakan barang bukti kasus yang sudah inkrah. Yaitu kasus sejak bulan Januari sampai bulan Desember 2020, terdapat 350 kasus,” jlentrehnya.

Selanjutnya Bangkit menerangkan bahwa, pemusnahan barang bukti tersebut juga disaksikan oleh Forpimda baik Kota maupun Kabupaten Blitar.

Sedang untuk Minuman Keras (Miras) pemusnahan barang bukti dilakukan dengan menggilas botol-botol Miras memakai alat berat.

Selanjutnya untuk rokok ilegal, dimusnahkan dengan cara dibakar. Dan untuk psikotropika, dimusnahkan dengan cara dicampur air panas lalu diblender.

Trend kasus tertinggi yang terjadi selama pandemi covid-19 adalah peredaran okerbaya, menjadi kasus tertinggi dengan pelaku mulai dari pelajar sampai manula.

“Mungkin selama pandemi covid-19 imbasnya ke perekonomian mereka. Dan banyak yang ambil jalan pintas jadi pengedar pil dobel L. Karena pelakunya dari yang masih sekolah sampai kakek-kakek, bahkan wanita juga ada,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *