Afron. penerima BST berbasis NIK

  • Whatsapp

Sekadau infobanua.co.id – Terkait Pengurangan Bansos bantuan danasosial (BST) PKH sembako, di kabupaten Sekadau Afron Akim Sehan kepala Dinas sosial saat di datangi ke rungkerja nya mengatakan, penerima BST Berbasi NIK dan pengulangan data baru kita berkordinasi dengan dinas Capil, ada keluhan sedikit, sehingga ada perubahan pengurangan data,

penerima BST, banyak masalah yg berkaitan dengan NIk, ada yg sudah valid dan ada yang belum validasi sehinga kita atur pengulangan penerima batuan BST yang baru.

bukan hanya penerima BST, penerima PKH dan sembako juga berkurang untuk datanya sehingga data, berkurang
Membetulkan NIK,

“Jika ada yang Doble penerima BST dalam 1 keluarga maka datanya terhapus,

Dan ada juga yang daptar tunda, atau tunggu dari penerima BST nya, penerima harus sama dengan nama NIK E-KTP sehinga bantuan bantuan berbasis NIK sesuai peraturan kementeri sosial

Dan Pengurangan penerima bantuan sosial(Bansos) juga di seluruh Indonesia, tentu berdasarkan hasil validasi data dari kementrian Sosial Republik Indonesia (RI). Pengurangan Bantuan juga berlaku untuk semua Bansos dari kementrian Sosial RI.

Misalnya, PKH, Sembako dan BST, semuanya berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Jadi, setelah hasil validasi data oleh Dirjen Duk Capil dan kementrian Sosial, kata Apronius Akim Sehan kepala Dinas Sosial PPA kabupaten Sekadau, Senin (19/4/2021) di kantornya.

Dari 22 ribu lebih penerima BST asal kabupaten Sekadau berkurang menjadi 9 ribu lebih bagi penerima bulan Maret dan April. Bahkan untuk penerima PKH dan Semboka juga dikurangi, karna Kemensos RI menvalidasi data berdasarkan NIK.

Jika NIK tidak sama dengan yang di Dirjen Duk Capil, maka data yang menerima Bansos, akan di coret, belajar dari situ maka kita harus jeli melihat data NIK. Sebab,tidak menutup kemungkinan NIK yang sekarang berbeda dengan NIK di Dirjen Duk Capil,” kata Apron.

Makanya, saat ini kita lagi fokus untuk berkordinasi dengan dinas Duk Capil kabupaten mengenai data penduduk sesuai NIk, serta mencocokan data penerima Bansos.

Karna kita tidak ingin NIK warga Sekadau ada yang tidak sama dengan yang di Dirjen Duk Capil, karna pengurangan penerima bansos menjadi acuan bagi kita untuk mecroscek data mereka,”kata Apron.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *