Sudah Patuhi SOP Covid Dan Berikan Kepedulian Untuk Lingkungan, PT. Zinus Harus Dicontoh Oleh Perusahaan Lain

  • Whatsapp

Karawang, Infobanua.co.id – Penyebaran Corona Virus Deseas 2019 (COVID – 19) di Karawang setiap harinya semakin mengkhawatirkan, jumlah pasien terkonfirmasi positif terus bertambah. Daya tampung rumah sakit sudah tidak memadai untuk melakukan isolasi dan perawatan pasien bergejala ringan, sedang sampai yang parah. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang sampai mendirikan tenda darurat dilingkungan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karawang.

Selain klaster lingkungan umum masyarakat, klaster industri baik dikawasan industri atau zona juga diduga menjadi penyumbang klaster bagi lingkungan masyarakat. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Bupati Karawang, PT. PT. Yorozu Automotive Indonesia sebanyak 40% karyawannya positif tertular virus corona, dan menyebar di 9 Kecamatan.

Hal itu disesalkan oleh Bupati, karena ada beberapa karyawannya yang lolos mudik hari raya Idul Fitri, dan menyayangkan minimnya Protokol Kesehatan (Prokes) diinternal perusahaan. Tak hanya itu, Bupati Karawang juga nampak jengkel dengan sikap perusahaan yang tidak melakukan komunikasi serta koordinasi dengan jajaran Satuan Tugas (Satgas) Covid – 19 setelah karyawannya banyak yang dinyatakan reaktif, dan malah menyuruh pulang untuk Isolasi Mandiri (Isoman) tanpa pemberitahuan kepada Satgas Covid.

Atas kejadian tersebut sempat mendapat perhatian salah seorang aktivis Karawang, kepada kalangan awak media, Andri Kurniawan pernah mengutarakan, bahwa apa yang terjadi di PT. YAI harus menjadi pembelajaran bagi perusahaan lainnya, agar tidak terulang kembali. Tapi walau begitu, dirinya juga mengapresiasi perusahaan – perusahaan yang taat Prokes dan selalu berkomunikasi serta koordinasi dengan Satgas Covid Desa/Kelurahan dan Kecamatan.

Dikatakannya, “Saya apresiasi beberapa perusahaan atau pabrik yang selalu patuhi Prokes dan terus melakukan komunikasi dengan Satgas, termasuk menanggung biaya Rapid Antigen atau Swab Test karyawannya. Begitu pun ketika karyawannya dinyatakan reaktif atau bahkan positif, pihak perusahaan menanggung biaya obat – obatan sekaligus vitamin untuk penyembuhan,”

“Contohnya seperti yang dilakukan oleh PT. Zinus Global Indonesia yang berada dikawasan industri Surya Cipta dan beralamat di Jl. Surya Utama, Desa Mulyasari, Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Selain ketentuan Prokes yang dipatuhi, perusahaan tersebut juga menanggung seluruh biaya Rapid Antigen untuk karyawannya, ketika diketahui positif, pihak perusahaan juga memberikan obat – obatan serta vitamin secara cuma – cuma,” Terang Andri kepada kalangan awak media, Senin (28/06/2021).

Ditambahkannya, “Tidak hanya sampai disitu, kepedulian PT. Zinus Global Indonesia juga terhadap lingkungan sangat bagus. Perusahaan yang memproduksi kasur ekspor itu juga memberikan bantuan sejumlah kasur untuk tempat isolasi di Desa. Jadi sikap dan tindak perusahaan seperti ini patut dicontoh oleh perusahaan lainnya,”

“Oleh karena itu, saya kaget ketika beredar opini bahwa PT. Zinus Global Indonesia tidak patuh Prokes, tidak berkoordinasi dengan Satgas Kecamatan dan tidak mananggung biaya Rapid Antigen karyawannya sampai dilakukan Inspeksi Mendadak (Sidak). Padahal setelah saya kroscheck, tidak begitu. Malah sebaliknya,” Sesal Andri.

“Saran saya untuk management PT. Zinus Global Indonesia, sebaiknya jelaskan dan tunjukan bukti – bukti kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) antisipasi serta penaggulangan Covid – 19. Agar menjadi percontohan bagi perusahaan lain dan mengclearkan isu yang tidak benar selama ini,” Pungkasnya.

 

Iswanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *