infobanua.co.id
Beranda Health Hadapi Diabetes di Usia Senja, Laila Andalkan Program JKN

Hadapi Diabetes di Usia Senja, Laila Andalkan Program JKN

Laila Sapinah (68) salah satu Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku tenang lantaran tidak ada lagi biaya yang harus dikeluarkan apabila dirinya memerlukan pengobatan di fasilitas kesehatan.

Banjarmasin, infobanua.co.id – Memiliki jaminan kesehatan saat ini dirasa sangat penting, terlebih apabila sudah memasuki usia senja. Laila Sapinah (68) salah satu Peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengaku tenang lantaran tidak ada lagi biaya yang harus dikeluarkan apabila dirinya memerlukan pengobatan di fasilitas kesehatan.

Laila merupakan pasien penderita Diabetes Militus (DM) yang membuatnya pernah beberapa kali keluar masuk rumah sakit. Diabetes Militus merupakan salah satu penyakit kronis jangka panjang serta ditandai dengan kadar gula (glukosa) darah yang tinggi atau di atas nilai normal. Glukosa yang menumpuk di dalam darah akibat tidak diserap sel tubuh dengan baik dapat menimbulkan berbagai gangguan organ tubuh. Jika Diabetes Militus tidak dikontrol dengan baik, dapat timbul berbagai komplikasi yang membahayakan nyawa penderitanya, selain mengancam nyawa juga berdampak finansial bagi setiap penderitanya.

“Di usia yang semakin bertambah dan tidak produktif lagi, saya bersyukur atas kehadiran Program JKN ini. Saya merupakan penderita DM yang membuat saya sering berurusan dengan puskesmas hingga rumah sakit. saya setiap bulan harus rutin kontrol ke puskesmas hingga ke rumah sakit karena saya wajib menjalani pengobatan insulin. Bahkan karena kondisi saya yang sering tidak stabil saya juga sering bolak balik rawat inap di rumah sakit. Bersyukur selama pengobatan saya tidak dipusingkan oleh biaya karena sudah  dijamin oleh JKN. Setidaknya saya tidak terbebani dan memberatkan keluarga untuk biaya pengobatan saya,” jelas Laila.

Laila sadar benar dengan pengobatan rutin yang dia jalani tentunya akan menghabiskan banyak biaya. Dirinya juga sadar di usianya yang tidak produktif lagi pasti akan kesulitan untuk membayar sendiri biaya pelayanan kesehatan dan pastinya akan menjadi kekhawatiran untuk keluarganya juga.

“Saya benar-benar merasa bersyukur karena saya tidak tidak tahu bagaimana saya bisa bayar biaya kesehatan bila tidak ada Program JKN. Dengan adanya Program JKN pun setidaknya saya juga bisa meringankan kekhawatiran keluarga karena mereka juga tidak perlu repot-repot memikirikan untuk membantu pengobatan saya,” ujar Laila.

Laila menambahkan selain rutin menjalani perawatan di faskes, dirinya juga harus bisa mengontrol pola makan dengan memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian hingga makanan rendah kalori dan lemak. Untuk membantu hal tersebut Laila mendaftarkan diri sebagai Peserta Rujuk Balik (PRB) dan Pengelolaan Program Penyakit Kronis (Prolanis) yang disediakan Program JKN melalui Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Sebagai informasi, Prolanis dan PRB merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan kepada penderita penyakit kronis dengan kondisi stabil dan masih memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien yang dilaksananakan di FKTP atas rekomendasi atau rujukan dari dokter spesialis/sub spesialis yang merawat.

“Alhamdulillah dengan terdaftarnya saya menjadi Peserta PRB dan Prolanis saya bisa terbantu untuk mengontrol kondisi badan saya. Karena untuk usia seperti saya ini segala sesuatunya memang harus terkontrol, terlebih bila punya penyakit- yang diderita. Beruntuk Program JKN juga menyediakan program-program yang membantu pesertnya agar bisa dapat terus hidup sehat,” kata Laila.

Laila mengucapkan terima kasih dan harapannya kepada Program JKN agar terus bisa terselenggara dan menjadi solusi setiap orang yang hendak berobat.

“Sekali lagi saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Program JKN karena sudah mendampingi saya selama memerlukan pengobatan di faskes. saya harap Program JKN bisa terus ada sehingga semua orang yang ingin berobat tidak perlu takut dan khawatir terhadap biaya yang harus dikeluarkan,” ucap Laila. (YG/gn)

Bagikan:

Iklan