infobanua.co.id
Beranda Kotawaringin Timur Miris Sekali PT.Lestari Nugroho, Penyiraman Jalan Mesin Alkon Pinjam di Desa

Miris Sekali PT.Lestari Nugroho, Penyiraman Jalan Mesin Alkon Pinjam di Desa

Ruas Jalan desa Luwuk Ranggan Km.42 Kecamatan Cempaga, tampak dipasang dengan balok kayu pohon sawit untuk menghindari pengendara laju. (nal/brt).

Sampit, infobnua.co.id – Miris sekali proyek pekerjaan Jalan di desa Luwuk Ranggan Km.42, Rt.01 Rw.01 Kecamatan Cempaga oleh PT.Lestari Nugroho sampai pinjam milik kantor desa Luwuk Ranggan untuk penyiraman Jalan mempergunakan Pick Up warna Putih dengan penampung air Profil di atasnya, Rabu (2-8-2023).
Janji koordinator pelaksana PT.Lestari Nugroho kepada warga, bahwa pekerjaan pengaspalan jalan selesai pada Rabu (2-8-2023) namun janji tersebut tidak menjadi kenyataan dan warga desa pun mulai geram kembali dibuatnya.

Warga desa kembali memasangan balok batang pohon sawit dimana Jalan yang sampai sekarang tidak kunjung selesai dikerjakan, padahal warga menunggu penyelesaian pekerjaan jalan cukup lama 3 bulan lebih dibiarkan berdebu dan warga protes kepada pihak kontraktor.

Ketua Rw.01 desa Luwuk Ranggan, Zainal Abidin merasa dibohongi dengan janji koordinator pelaksana sewaktu berada di kantor desa Luwuk Ranggan bersama Erwin,Camat, Kapolsek, Danramil, Kades Luwuk Ranggan, Ketua Rt.01 dan Rw.01.

“Kemaren janjinya koordinator pelaksana PT.Lestari Nugroho di depan pak Camat,Kapolsek, Danramil bahwa pekerjaan pengaspalan selesai Rabu (2-8-2023) tapi lihat kenyataannya alat beratnya saja tidak bergerak.”Ungkap Zainal Abidin kepada infobanua dan warga siap turun aksi ke jalan untuk melakukan aksi demo.

Dari pantauan infobanua dilapangan, apa yang dikatakan Erwin selaku koordinator pelaksana juga akan membuatkan papan proyek yang robek sampai saat ini tidak terbukti jalan pun masih berdebu dan boleh dikatakan disekitar pekerjaan proyek seperti kampung mati tanpa penghuni warga tidak ada selama 3 bulan membuka pintu rumahnya.

“Lihat saja disekitar pekerjaan proyek itu, tidak ada warga yang membuka pintu rumahnya disamping itu juga aktivitas warga untuk berdagang mati total.”Ujar Saiful Abidin yang merasa geram ulah kontraktor ini.

Zainal

Bagikan:

Iklan