Sejak Januari-Pertengahan Maret 2021, Kekerasan Perempuan dan Anak Blitar Menurun

  • Whatsapp
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Blitar, Eka Purwanta.

Blitar, infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, melalui Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kabupaten Blitar, menginformasikan jika sejak bulan Januari 2021 sampai pada pertengahan bulan Maret 2021, kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Blitar mengalami trend penurunan, bila dibanding dengan periode yang sama pada tahun 2020.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Blitar, Eka Purwanta, mengatakan bahwa, data dari bulan Januari hingga pertengahan bulan Maret 2021, tercatat ada empat kasus kekerasan perempuan dan tujuh kasus kekerasan anak.

“Angka ini tergolong menurun bila dibanding dengan tahun 2020 yang mencapai 11 kasus di periode yang sama,” kata Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Blitar, Eka Purwanta, Senin 15-03-2021.

Menurut Eka Purwanta, bahwa penurunan kasus di awal tahun ini diperkirakan warga masyarakat lebih sadar untuk menghindari permasalahan yang menyebabkan kasus kekerasan.

Berdasarkan data, kasus kekerasan perempuan didominasi kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), sementara kasus kekerasan anak didominasi kasus pelecehan seksual.

“Kami memastikan jika kami selalu pro aktif melakukan jemput bola penanganan kasus seperti pendampingan psikolog bagi korban maupun mediasi untuk proses penyelesaian masalah,” jlentrehnya.

Selanjutnya Eka Purwanta, berharap, agar kesadaran warga masyarakat untuk melapor semakin tinggi jika mengalami permasalahan kekerasan perempuan dan anak, sehingga masalah bisa terselesaikan secara baik.

“Kami berharap agar warga masyarakat semakin sadar untuk melapor jika mengalami permasalahan kekerasan perempuan dan anak, sehingga masalah bisa terselesaikan secara baik,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *