Buka Bersama Di Bulan Ramadan, Dengan Makan Sepuasnya Cuma 125 Ribu

  • Whatsapp

BANJARMASIN, infobanua.co.id – Bulan suci Ramadhan yang kurang lebih dua pekan lagi. Membuat banyak restoran ataupun hotel mulai menawarkan berbagai aneka sajian spesial sebagai menu berbuka puasa.

Salah satu hotel ternama di kota Banjarmasin yaitu Best Western Kindai Hotel, menawarkan promo buka puasa yang cukup mengiurkan. Untuk yang ingin buka puasa bersama keluarga tanpa membuat kantong menjerit.

Best Western Kindai Hotel menawarkan konsep Restoran All You Can Eat atau makan sepuasnya. Di bandrol dari harga yang ditawarkan hanya merogoh kocek Rp 125.000/orang dan bisa mencicipi untuk semua menu.

“Jadi 125 ribu itu sudah full sepuasnya untuk makan satu orang sampai kenyang,” ucap Aulia Rahman selaku Chef Best Western Hotel Kindai yang menyajikan menu promo buka puasa, Kamis (1/4).

Bukan cuma masakan khas Banjar, tapi makanan dari negara luar seperti Sushi makanan khas Jepang dan Nasi Bukhori khas Arab juga ada.

“Penawaran kita 125 ribu semua macam makanan yang disajikan. Ada Banjar, Arab, Jepang danlainnya,” ujarnya.

Untuk cemilan kita menyediakan puding, rujak, es campur, kolak dan menu manis lainnya. Bahkan gorengan pun ada tersaji dalam menu promo ramadhan ini.

Sistem pemesanan sendiri lebih disarankan untuk memesan beberapa hari sebelumnya. Mengingat masih dalam situasi Covid-19 sehingga kapasitas yang diterima hanya 50 persen saja dan sering penuh setiap harinya.

“Kalau biasanya 150 orang itu sering penuh sekarang kapasitas kita hanya 50 persen jadi sekitar 60-70 orang saja. Maka bisa dibayangkan makanya dari itu lebih baik pesan dulu biar bisa dapat dan bisa menikmati ratusan menu yang kita sajikan,” kata Muh. Nur Assiddiq selaku General Manager Best Western Kindai Hotel Banjarmasin.

Tak perlu khawatir membawa keluarga atau kerabat untuk berbuka puasa di Best Western Hotel Kindai. Pasalnya penerapan protokol kesehatan sangat ketat sudah diterapkan dari sisi pelayanan maupun pengunjung.

“Untuk pelayanan kita menjaga prokes dalam menyajikan makanan. Tentunya sangat aman. Walaupun kita biarkan pelanggan mengambil sendiri menu makanan tapi kami juga minta memakai sarung tangan terlebih dahulu dan itu sudah kita sediakan. Jadi penerapan prokes itu harus dilakukan baik kami yang melayani dan pelanggan,” pungkasnya.

febri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *