Pemkab Batola Lakukan Persiapan PTM

  • Whatsapp

Marabahan, infobanua.co.id – Teknis pelaksanaan PTM yang paling diperhatikan adalah pembatasan anak dalam satu ruangan, jika biasanya diisi dengan 30 orang maka hanya diperkenankan 50 persen. 50 persen lainnya menjalani secara daring. Jadi dalam sepekan mereka luring tiga hari dan daring tiga hari, kurang lebih begitu gambarannya.

Hal tersebut disampaikan Bupati Batola, Hj Noormiliyani Bersama Wakil Bupati dan sejumlah dinas terkait serta Satgas Penanganan Covid- 19 Batola, Jumat (25/6/2021), pada rapat koordinasi Bersama.

“Mengacu pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Manteri, Kabupaten Barito Kuala siapkan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada tahun ajaran baru 2021. Insyallah pada 12 Juli 2021 nanti kita akan laksanakan PTM terbatas di Batola, sesuai dengan SKB empat manteri,” jelas Hj Noormiliyani.

Sebelum memutuskan upaya pembelajaran luring untuk tingkat SD dan SMP ini, bupati perempuan pertama di Kalsel ini terlebih dahulu mengamati laporan dari Kepala Dinas Pendidikan Batola terkait teknis PTM yang diterapkan serta kesiapan tenaga pengajar mengenai program vaksinasi.

Bupati mengatakan, vaksinasi yang masih berjalan, bahwa guru yang tidak berkenan atau belum divaksin maka tidak diperkenankan mengajar. Mereka juga tidak akan mendapatkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP).

Tak kalah penting, bupati juga menyampaikan saat berjalannya PTM akan diadakan swab antigen secara acak dan berkala untuk guru-guru. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengawasan serius dari pelaksanaan PTM.

Sumarji, Kadisdik Batola menyampaikan, bahwa vaksinasi guru sudah berjalan baik. Diperkirakan saat PTM berlangsung sudah rampung menyongsong rencana PTM.

Adapun kesiapan teknis dan sarana prasarana, pihaknya akan kembali memantau ke sekolah-sekolah untuk memastikan kesiapan berlangsungnya PTM secara terbatas ini.

“Pekan depan tim Disdik turun kelapangan untuk melihat kesiapan masing-masing sekolah,” kata Sumarji.

Kepsek SDN Marabahan 1 Indriati Wiratin, pihaknya mendukung upaya PTM ini, bahkan seluruh guru dan stafnya telah menjalani vaksinasi. Sebenarnya dorongan untuk KBM tatap muka ini tidak hanya dari pemerintah, para orang tua siswa juga sangat menghendakinya. Agar pembelajaran lebih efektif.

“Proses pembelajaran luring, di antaranya mengumpulkan pernyataan orang tua siswa atas kesediaan anaknya mengikuti PTM,” ungkapnya.

Nang/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *