infobanua.co.id
Beranda Sekadau Warga pertanyakan proyek pengerjaan Pengelola Ruang Terbuka Hijau (PRT), Tampa mengunakan Molen.

Warga pertanyakan proyek pengerjaan Pengelola Ruang Terbuka Hijau (PRT), Tampa mengunakan Molen.

di kutip dari halaman, akun Facebook, Abo Dadan, terkait komentar masalah pengerjaan Pengelola Ruang Terbuka Hijau (PRT), Proyek yang sedang dalam tahap pengerjaan oleh CV Benedikta Makmur Sejahtera, di depan Lapangan sepak Bola EJ lantu kecamatan Sekadau hilir (Senin 6/09/2021)

Dengan, pengelola keanekaragaman Kabupaten/kota, dinas lingkungan Hidup (LH)

.seperti sudah mengabai aturan dalam kontrak kerja, pasalnya ketika para pekerja melakukan pencampuran semen dan pasir untuk cor lantai, hanya menggunakan alat seadanya alias manual, tidak menggunakan peralatan seperti Molen, sebagai alat utama untuk mencampurkan dasar adukan Semen dan pasir.

“Pengelola Ruang Terbuka Hijau (PRT) dengan No kontrak: 027/03/SPK/PLH tgl kontrak 13/ Juli 2021 dengan pagu dana senilai 199.550.000, seratus sembilan puluh juta sembilan limaratus limapuluh ribu rupiah, yang bersumber dari APBD, tahun angaran 2021, Masa kerja 90 hari kalender

“terkait pengerjaan yang tidak mengunakan Molen oleh pihak kontraktor, tidak sesuai aturan. pengerjaan yang sudah di tentukan oleh pihak, pemerintah kabupaten Sekadau, sangat disayangkan, jika tidak di pantau oleh pihak terkait maka pengerjaan ini terkesan asal – asalan, apa kah teraduk rata atau tidak semen yang bercampur pasir

“Hal ini yang di komentar abo dadan di halaman Facebook milik nya. Mana konsultan pengawa Kerja lapangan, kerja Tampa molen, Pake manual. tulis nya. Di halam Facebooknya.

“Kita bertanya apakah begitu kontrak kerja dengan dinas terkait, Ngaduk Semen dan pasir dilakukan secara manual, pertanyaan nya,seberapa persen campuran semen dan pasir bisa merata,”kata Seno warga sekadau
mempertanyakan kepada media ini di Sekadau.

Menurut dia, sepengetahuan dirinya dalam kontrak biasanya pihak penyedia jasa harus menyiapkan alat pengaduk yang baik, tujuannya agar pekerjaan tersebut bisa diyakini bisa kuat, karena campuran semen dan pasir bisa lebih merata.

Tapi, kalau hanya dilakukan secara manual dengan menggunakan alat seadanya, tentu diragukan kekuatan pondasi dasar cor pekerjaan tersebut, apakah bisa rata adukannya atau kelebihan semen atau pasirnya.

“Saya kurang yakin kalau adukan itu bisa rata dan baik hasilnya,”kata Seno

Di konfirmasi kepada kepala dinas lingkungan Hidup Wirdan Mahzumi melalui kepala bidang Sukaran terkait hal ini ia mengatakan,bahwa yang kita kerjakan sekarang adalah proyek Pengelolaan ruang terbuka hijau.
berupa taman trotoar.

“Cor semen yang dibuat di bagian bawah untuk mencegah tumbuhnya rumput saja dan sekaligus untuk lantai kerja, setelah itu nanti diatasnya ada urukan pasir sebelum di tutup paping block,” katanya.

”Rencananya tempat ini nanti di peruntukan sebagai tempat santai bagi warga, santai santai sambil baca-baca buku dan lain-lain,(red)
atau menikmati cemilan.
Nanti setelah selesai akan kita siapkan Kurdi dan bola Trotoar dan dilengkapi lampu penerang pada setiap kursi.

“Bangunan tersebut hanya untuk tempat santai, jadi jika ngaduk semen mengunakan alat manual yang penting adukan bisa merata juga dak apa-apa,” ucapnya melalui pesan singkat dan telpon seluler.

Bagikan:

Iklan