Kades Wadas Pimpin Langsung Audiensi Dampak Sungai Cikalapa Dengan Pemkab Karawang

  • Whatsapp

Karawang,infobanua.co.id – Permasalahan dampak lingkungan oleh Sungai Cikalapa terhadap warga Desa Wadas, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat setelah diguyur hujan secara intensif semakin parah. Bukan hanya dampak banjir, tetapi longsor kembali terjadi menimpa belasan rumah warga. Sehingga ada beberapa rumah yang sebagian sudah ambruk terbawa longsor tanggul sungai.

Rabu (10/02/2021) Kepala Desa Wadas, H. Junaedi bersama unsur lembaga Pemerintahan Desa (Pemdes) Wadas lainnya dan unsur perwakilan masyarakat dari berbagai elemen, melakukan pertemuan sekaligus rapat pembahasan terkait solusi penanganan dampak Sungai Cikalapa.

“Namun sangat disayangkan, dari sekian banyak kawasan industri, hanya Kawasan Internasional Indonesa Center (KIIC) yang kooperatif dan hadir dalam forum rapat tersebut. Ada pun Karawang perwakilan Jabar Industrial Estate (KJIE) datang terlambat, hanya menampung hasil notulensi atau berita acara rapat, itu pun bukan penentu kebijakan langsung, hanya staf biasa, yang kemudian baru akan disampaikan kembali kepada penentu kebijakan di KJIE,” Terang Haerani, Kepala Dusun Ciherang.

Sementara itu, Kades Wadas mengungkapkan, “Alhamdulillah dari hasil rapat kemarin, langsung berlanjut pada rapat tindak lanjut hari ini, Kamis (11/02/2021) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang dan langsung diterima oleh pak Sekretaris Daerah (Sekda) Karawang yang langsung mengarah pada pembahasan teknis bersama KIIC, Pemdes dan masyarakat Desa Wadas,”

Lebih lanjut, Kades yang memiliki sapaan akrab Jujun ini menjelaskan, “Intinya yang masyarakat inginkan hanya penanganan dampak banjir dan longsor saja. Tadi pak Sekda langsung intruksi kepada stafnya untuk membuat surat undangan semua kawasan industri, agar ada kesepakatan bersama untuk tanggung renteng mengatasi dampak Sungai Cikalapa,”

Masih ditempat yang sama, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Sundawani Karawang, H. Ranzes Iman Sudirman yang sejak awal konsisten ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat Desa Wadas berpendapat, “Ini merupakan inisiasi spontanitas kami bersama pada rapat Rabu kemarin, dan Kepala Bidang Sumber Daya Manusia (Kabid SDM) kami langsung menghubungi pak Sekda terkait hal ini, sehingga bisa ditemukan solusinya pada kesempatan rapat sekarang bersama Sekda dan unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang membidangi hal ini,”

Kemudian Ketua Paguyuban Putra Ciherang, Ali Arifin menyampaikan ungkapan terima kasihnya kepada Pemkab Karawang yang sudah kooperatif menampung aspirasi masyarakat. Diutarakannya, “Ini kali keduanya audiensi dengan pak Sekda, setelah sebelumnya, yaitu Tahun lalu, tidak sempat terealisasi karena terkendala pandemi. Ya mudah – mudahan hasil sekarang tidak gagal lagi, tapi jika melihat kesiapan teknis dan lain sebagainya. Saya yakin, kali ini bisa terealisasi,”

Menyikapi penyampaian semua unsur yang hadir dalam forum rapat, H. Acep Jamhuri selaku Sekda Karawang merespon baik dan langsung meminta semua OPD terkait untuk menyiapkan segala sesuatunya. Baik kajian teknis dan perhitungan kebutuhan anggaran. Ajam sapaan akrab Sekda Karawang ini menyampaikan, “Ini sudah ditampung ya, bahkan sudah dipersiapkan segala sesuatunya oleh OPD teknis yang sekarang hadir, dan kita bertahap menyelesaikannya. Untuk saat ini fokus pada lokasi – lokasi yang menimbulkan dampak, tahap awalnya kita lakukan normalisasi dulu,”

Dalam rapat tersebut, hadir juga pemerhati politik dan pemerintahan, Andri Kurniawan. Berdasarkan pantauan awak media, aktivis yang dari awal terlihat intensif ikut mengawal aspirasi Desa Wadas menjelaskan, “Penderitaan masyarakat Desa Wadas harus segera diakhiri. Ya walau pun sebelumnya memang selalu kena banjir setiap Tahunnya, namun tidak separah seperti sekarang. Tentunya harus segera ada langkah konkret dari semua pihak yang sudah seharusnya bertanggung jawab,” Tegasnya.

“Kemarin saya ikut juga rapat disalah satu rumah makan di KIIC. Kemudian setelah saya perhatikan, ada ketidak sinkronan antara KIIC dengan Pemkab Karawang. Padahal berdasarkan kesepakatan awal secara tertulis, KIIC sudah siap berpartisipasi mengatasi dampak Sungai Cikalapa, tapi persoalannya belum ada petunjuk teknis dari Pemerintah,” Jelas Andri.

“Setelah itu, saya baru paham. Sehingga saya berinisiatif, agar rapat kemarin ditindak lanjuti dengan rapat yang mengarah pada perencanaan dan teknis bersama Pemkab Karawang. Sampai akhirnya hari ini sudah ada jawaban yang bisa membuat lega masyarakat Desa Wadas,” Terangnya.

Disela – sela sesi wawancara, Andri nampak melihat handphonenya, ia menginformasikan, bahwa ternyata Bupati Karawang pun langsung respon dan sedang menggelar rapat dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Karawang.

Dikatakannya, “Ini ternyata ibu Bupati sedang menggelar rapat dengan DLHK, beliau fokus membahas soal dampak Sungai Cikalapa. Informasinya sih selain DLHK, hadir juga konsultan hidrologi dan perwakilan dari KJIE, dan informasi yang saya terima, ibu Bupati juga meminta agar KJIE tetap berperan aktif mengatasi dampak Sungai Cikalapa,”

“Artinya, ketika sudah terjadi dampak yang sangat luar biasa. Bupati tidak tinggal diam, mungkin beliau juga terus memantau perkembangannya? Karena dua pekan lalu, ketika terjadi longsor di Perum Karaba, saya langsung menghubungi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), agar segera disampaikan kepada Bupati,” Pungkasnya.

 

Iswanto.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *