Melihat Jejak Bung Karno Yang Tercecer di Blitar Raya

  • Whatsapp
Roemah Lodji De Karanganjar Koffieplantage.

Blitar, Infobanua.co.id – Blitar dengan indentik julukan Bumi Bung Karno, karena memang Bung Karno saat kecil tinggal di Blitar, sehingga banyak peninggalan Bung Karno yang tercecer di wilayah Blitar Raya.

Seperti halnya Kebun Kopi di Desa Karanganyar, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.

Terdapat sebuah kamar tempat peristirahatan Bung Karno, saat ini masih bisa dilihat lengkap dengan beberapa benda milik Presiden RI pertama ini.

Kamar berukuran 4×4 meter ini terletak di dalam Roemah Lodji De Karanganjar Koffieplantage. Sebuah kebun kopi yang terletak di Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Tepatnya di ketinggian sekitar 800 mdpl, Selatan lereng Gunung Kelud.

Kamar Bung Karno berada di sisi kiri depan, pada pintu utama rumah. Dengan bercat warna krem, tampak lukisan acrylic Bung Karno dipasang tepat menghadap pintu.

Lukisan yang tampak hidup ini merupakan karya Satriyoko atau Seger. Seorang pelukis Blitar yang tinggal di Bali. Lukisan ini dibuat pada tahun 2011 silam, saat memperingati Haul Bung Karno ke-110 tahun.

Dalam kamar tersebut, terdapat sebuah tempat tidur kayu berukuran 2×2 meter dengan kasur yang tertutup bed cover merah putih, menambah terasa magis atmosfer kamar, meski hanya melongok dari luar kamar.

Sebuah sofa dan meja antik ada di sisi barat tempat tidur, dilengkapi sebuah patung setengah badan Bung Karno berwarna Perak.

Kamar Bung Karno, di dalam Roemah Lodji De Karanganyar Koffieplantage.

Sementara di atas tempat tidur, terpasang lambang Garuda Pancasila terpasang di dinding kamar.

Membuat awak media Infobanua.co.id penasaran dengan dua buah benda yang tersimpan di dalam almari kaca, tepat di sisi kanan tempat tidur.

Dari jauh terlihat semacam Tongkat dan disebelah kanannya terdapat Topi berwarna krem berbentuk vintage, identik dengan Topi yang biasa dipakai oleh para bangsawan di jaman kolonial Belanda.

“Itu Keris dan Topi milik Bung Karno dari Istana Gebang. Topi itu sering dipakai Bung Karno jika berkeliling di Blitar,” kata Dirut Kebun Kopi Karanganyar, Wima Brahmantya, kepada awak media, Minggu 04-04-2021.

Menurut Wima, bahwa semua barang yang ada di dalam kamar tersebut, didapat keluarganya dari Hotel Indonesia, Jakarta.

Saat itu pihak Hotel melelang beberapa barang dari kamar 806, kamar khusus untuk Bung Karno.

Saat Wima membuka kebunnya sebagai destinasi wisata tahun 2016, pamannya memberitahu, jika mereka punya beberapa barang Bung Karno yang tersimpan rapi di gudang.

Informasi ini ditambah dari bapaknya Herry Nugroho, jika kakeknya dulu bercerita bahwa Bung Karno pernah berkunjung ke kebun kopi milik keluarga ini.

“Kakek dulu kadernya Partai Nasiobal Indonesia (PNI). Selanjutnya kami dapat informasi dari Pak Bambang Mardiono, penjaga Istana Gebang, kalau sekitar tahun 1957-1959 Bung Karno pernah kesini,” jlentrehnya.

Selanjutnya Wima menjelaskan bahwa, pihaknya sengaja mensetting kamar itu sebagai destinasi wisata sejarah di Blitar Raya.

Karena kharisma Bung Karno, mampu menjadi daya tarik bagi seluruh warga masyarakat Indonesia. Apalagi sebelumnya, pihaknya pernah bermimpi bertemu dengan Bung Karno.

“Sebelum kebun kopi ini dibuka untuk kawasan wisata, kami pernah tidur di kamar itu. Dan kami mimpi melihat penyambutan Bung Karno. Ribuan warga berdiri di tepi jalan. Bung Karno tampak menunggang Kuda Hitam mendekati kami. Diselipkan bendera merah putih kecil di lengan kanan kami, lalu kami terbangun,” pungkasnya. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *