infobanua.co.id
Beranda Blitar Program RTH di Kab.Blitar Baru Mencapai 30%

Program RTH di Kab.Blitar Baru Mencapai 30%

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Blitar, menyatakan jika sektor perumahan memiliki peranan besar dalam mendukung mitigasi dampak ekonomi dari pandemi covid-19.

Untuk itu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kabupaten Blitar, gencar melaksanakan pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Kepala Disperkim Kabupaten Blitar, Agus Santosa, mengatakan, Pembangunan RTLH di Kabupaten Blitar terus dilakukan. Tahun 2021 ini, ratusan RTLH dipastikan akan dibangun.

“Kami terus bekerja keras untuk menyelesaikan target pembangunan RTLH pada tahun 2021 ini,” kata Kepala Disperkim Kabupaten Blitar, Agus Santosa, Minggu 27-06-2021.

Menurut Agus, berdasarkan data, sampai dengan akhir semester pertama tahun 2021, progres pembangunan RTLH mencapai 30 porsen.

“Target RTLH tahun 2021 ini sebanyak 739 unit rumah. Dari jumlah tersebut 259 unit rumah bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU), 191 unit rumah dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dan 289 unit rumah dari Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Dari jumlah keseluruhan ini sudah terealisasi 30 porsen,” jlentrehnya.

Selanjutnya Agus sangat optimis, dengan program pembangunan RTLH di Kabupaten Blitar pada tahun 2021 ini akan tepat waktu.

Meskipun ada beberapa kendala yang dihadapi di lapangan. Salah satu kendala yang paling sering dihadapi yakni kearifan lokal.

“Sekarang ada pembangunan yang masih berupa pondasi, ada juga yang sudah selesai. Kendala yang dialami pada progres pembangunan, salah satunya berkaitan dengan kearifan lokal. Di mana ada budaya masyarakat yang hanya bisa bergotong royong di waktu-waktu tertentu saja,” ungkapnya.

Selanjutnya Agus menerangkan bahwa, setiap warga yang menerima bantuan RTLH di Kabupaten Blitar menerima uang sebesar Rp 20 juta.

Dengan rincian Rp 17,5 juta untuk pembelian material, dan Rp 2,5 juta digunakan upah tukang yang mengerjakan.

“Setiap warga yang menerima RTLH mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp 20 juta,” pungkasnya. (Eko.B).  

Bagikan:

Iklan