Ada Apa Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Angkat Bicara

  • Whatsapp
Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Ramiadji Sp.B.

Blitar, Infobanua.co.id – Telah beredar kabar dari grup media sosial Facebook, sehingga menjadi perbincangan warga masyarakat, jika Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo, jalan Kalimantan 113, Kota Blitar, menerima limpahan 50 orang pasien covid-19 dari Surabaya, pada Jum’at 02 Juli 2021 malam.

Menanggapi kabar tersebut, akhirnya Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Ramiadji Sp.B, angkat bicara.

“Kabar itu tidak benar. Yang benar kami menambah kapasitas sekitar 50 buah bed di ruang isolasi kemarin malam,” kata Direktur RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dr Ramiadji Sp.B, Sabtu 03 Juli 2021.

Menurut Ramiadji, kapasitas ruang isolasi yang sebelumnya ada 84 buah bed sekarang ditambah menjadi 133 buah bed.

Penambahan kapasitas bed di ruang isolasi tersebut untuk antisipasi jika jumlah kasus covid-19 meningkat.

“Sekitar dua minggu terakhir ini terjadi lonjakan pasien covid-19. Untuk mengantisipasinya, kami menambah kapasitas bed di ruang isolasi,” jlentrehnya.

Lebih dalam Ramiadji menuturkan bahwa, pada hari Jum’at 02 Juli 2021 malam, kondisi UGD RSUD Mardi Waluyo memang ramai pasien.

Karena ada sekitar 30 pasien yang datang di UGD dan setelah dilakukan test swab semuanya dinyatakan konfirmasi positif Corona Virus Disease-2019 atau covid-19.

“Pasien yang datang semalam berasal dari Kota Blitar dan luar daerah. Karena Rumah Sakit Rujukan memang harus menerima pasien dari mana saja,” terangnya.

Selanjutnya Ramiaji menjelaskan, RSUD Mardi Waluyo memang menerima tiga orang pasien covid-19 dengan KTP Surabaya sekitar tiga hari yang lalu.

Tapi, pasien dengan KTP Surabaya tersebut sering datang dan berdomisili di Kota Blitar.

“Memang ada pasien ber-KTP Surabaya sekitar tiga hari lalu. Tapi ada yang domisili di Kota Blitar, ada juga yang sedang bermain di rumah saudaranya di Kota Blitar,” paparnya.

Akhirnya Ramiadji menerangkan, saat ini tingkat hunian diruang isolasi RSUD Mardi Waluyo sudah terisi 96 buah bed dari jumlah kapasitas 133 buah bed.

“Hari ini sudah ada yang datang lagi di UGD, tapi masih menjalani pemeriksaan,” pungkasnya. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *