Polres Blitar Terus Selidiki Kematian Pasutri Yang Menggenaskan

  • Whatsapp
Petugas ketika mengevakuasi korban.

Blitar, Infobanua.co.id – Satreskrim Polres Blitar terus melakukan penyelidikan tentang kematian yang menggenaskan pasangan suami istri (pasutri) warga asal Sidoarjo, di Dusun Jetis, Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan terkait kematian yang tidak wajar dan menggenaskan yang dialami ZK (38) dan ST (33) pasangan suami istri asal Desa Balung Dowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, yang ditemukan meninggal saat berada di Dusun Jetis, Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

“Dari keterangan keluarganya ZK merupakan suami ST. Selama dua tahun belakangan, pasutri ini tinggal di Desa Balung Dowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo dan Rabu kemarin pasutri ini pulang ke rumah ibu ST untuk keperluan mencari pengobatan alternatif bagi ST,” kata Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, Minggu 11-07-2021.

Menurut Leonard, ST diketahui mengalami depresi tapi belum pernah berobat medis ke ahli jiwa. Selain itu polisi juga mendapati informasi jika ST sering mengeluhkan sikap ZK yang suka berjudi dan mabuk minuman keras.

“Saat ini kami masih terus berupaya melakukan penyelidikan untuk memperjelas kasus kematian pasutri ini,” jlentrehnya.

Untuk diketahui, sepasang pasutri ditemukan meninggal di Dusun Jetis, Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Keduanya ditemukan meninggal di dua tempat berbeda, sang suami ditemukan meninggal gantung diri di pohon Rambutan belakang rumah, sementara istrinya ditemukan meninggal didalam kamar dalam keadaan tidak berbusana.

Korban diketahui pria berinisial ZK (38) dan perempuan ST (33) keduanya warga Desa Balung Dowo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo

Sebelumnya korban ZK dan istrinya ST datang kerumah WA (71) orang tua ST di Dusun Jetis, Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.

Pada Jum’at pagi, Rahmawati tetangga WA saat menjemur pakaian melihat ZK dalam kondisi gantung diri di pohon Rambutan.

Kemudian Rahmawati memberitahu WA dan WA mencari keberadaan ST istri ZK.

Ternyata kamar ST masih terkunci dan ketika dipanggil tidak ada jawaban, sehingga pintu tersebut didobrak atau dibuka paksa.

Setelah pintu berhasil dibuka, ST ditemukan dalam kondisi meninggal didalam kamarnya dan dalam kondisi tidak berbusana tertutup selimut. (Eko.B) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *