Banyak Nakes Tumbang Lima Puskesmas Kab.Blitar Ditutup Sementara

  • Whatsapp
Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawaty.

Blitar, Infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, menginformasikan jika 05 buah Puskesmas di Kabupaten Blitar terpaksa dinutup sementara.

Pasalnya sangat banyak aktivitas tenaga kesehatan (nakes) mulai proses tracing, testing, vaksinasi hingga pemakaman pasien covid-19 membuat para nakes tumbang karena kewalawan dan kelelahan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, melalui Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawaty, mengatakan, kelima Puskesmas itu berada di Kecamatan Bakung, Kecamatan Wonodadi, Kecamatan Sanankulon, Kecamatan Wlingi, dan Kecamatan Kanigoro.

“Sedangkan tenaga kesehatan ada 26 orang nakes di Puskesmas Bakung 06 orang, Sanankulon 04 orang, Kanigoro 05 orang, Wonodadi 05 orang dan di Puskesmas Kecaman Wlingi 06 orang nakes,” kata Kabid Pelayanan Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Christine Indrawaty, Senin 19-07-2021.

Menurut Christine, selain nakes di Puskesmas, juga ada enam pegawai di kantor Dinkes Pemkab Blitar terkonfirmasi positif Corona Virus Disease-2019 (covid-19).

“Dikarenakan nakes kami banyak yang tumbang, muaranya adalah banyak yang terkonfirmasi positif covid-19. Untuk itu 05 Puskesmas sementara terpaksa kami tutup layanannya,” jlentrehnya.

Lebih dalam Christine menjelaskan, penutupan sementara layanan di 05 buah Puskesmas tersebut hanya selama tiga hari.

“Selain untuk keperluan general cleaning, juga memberi kesempatan kepada para nakes untuk beristirahat. Misalnya di Puskesmas Wlingi, layanan baru akan dibuka kembali pada besuk hari Kamis 22 juli 2021 mendatang,” terangnya.

Masih menurut Christine, jika beban kerja nakes di puskesmas selama ini semakin banyak.

Mulai dari melakukan tracing, testing, pemulasaraan jenazah, pemakaman, vaksinasi dan mengikuti giat dalam operasi yustisi.

Sebelum banyak nakes yang tumbang, dalam rapat koordinasi Satgas covid-19 Kabupaten Blitar, pihaknya telah menyampaikan agar beban kerja nakes di Puskesmas supaya dikurangi.

Misalnya dalam proses pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien covid-19.

“Sebab proses tersebut selain memakan waktu lama, juga sangat menguras energi para nakes. Padahal, penanganan jenazah pasien covid-19 sama dengan penanganan jenazah penyakit menular lainnya,” ungkapnya.

Selanjutnya Christine menjelaskan bahwa, hal-hal yang seperti itu yang memicu kelelahan para nakes.

Dan kelelahan itu menstimuli daya tahan tubuh mereka menjadi drop hingga terinfeksi covid-19.

Sehingga dalam rapat korordinasi kemarin, pihaknya sepakat, penanganan jenazah pasien covid-19 diserahkan sepenuhnya ke pihak Desa atau Kelurahan.

“Dan kami berikan kembali pelatihan pemulasaraan jenazah penyakit menular kepada Desa atau Kelurahan,” pungkasnya. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *