infobanua.co.id
Beranda TAPIN Pemkab Tapin Peringati HUT PGRI ke-75 Tahun 2020

Pemkab Tapin Peringati HUT PGRI ke-75 Tahun 2020

RANTAU, infobanua.co.id – Pemerintah Kabupaten Tapin melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin memperingati HUT PGRI ke-75 Tahun 2020 dilaksanakan secara seremonial sebanyak 50 orang dan dilaksanakan secara virtual zoom.

Dinas Pendidikan Kabupaten Tapin memperingati HUT PGRI KE-75 bekerjasama dengan Bank Kalsel untuk membagikan banyak paket hadiah kepada para guru dan kepala sekolah yang telah pensiun. Selain itu, kepada pegawai Dinas Pendidikan Tapin yang sudah pensiun maupun masih aktif bekerja saat ini. Kamis (26/11), bertempat di SMPN 1 Rantau.

Acara HUT PGRI ke-75 di hadiri Sekreris Daerah Tapin, H.Masyraniansyah, Kepala Dinas Pendidikan Tapin, Hj.Ahlul Janah, Kepala Bank Kalsel Cabang Rantau, Izhar.

Dalam sambutannya Sekda Tapin menyampaikan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI di Hari PGRI KE-75 Tahun 2020, Bahwa peringatan hari PGRI ke-75 Tahun 2020 ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Tahun ini diselenggarakan dalam situasi pandemik COVID-19.

Sistem pendidikan di mana saja, di seluruh dunia terkena dampak langsung. Sekolah-sekolah pun sementara harus ditutup.

Data UNESCO mencatat lebih dari 90% atau diatas 1,3 miliar populasi siswa global harus belajar dari rumah. Hampir 1 generasi di dunia terganggu pendidikannya. Akibat pandemi pula, jutaan pendidik dituntut untuk bisa melakukan Pembelajaran Jarak Jauh atau belajar dari rumah.

Hal ini dilakukan agar kita bisa menjaga diri dari potensi terkena virus sekaligus memutus rantai penularan. Sebagai manusia biasa situasi sulit ini kadangkala membuat kita merasa tidak nyaman dan tidak berdaya.

Ada pilihan untuk menyerah. Ada opsi untuk mengeluh. Namun kita memilih terus bangkit dan berjuang. Itu karena keyakinan bahwa kita tetap bisa mengupayakan keberlanjutan pembelajaran bagi murid-murid yang kita cintai walau dengan segala keterbatasan.

Bapak dan ibu guru yang saya muliakan, saya sangat percaya bahwa selalu ada hikmah dari setiap peristiwa yang terjadi. Banyak pemangku kepentingan di bidang pendidikan bahu-membahu, bergotong-royong mengatasi kompleksitas situasi yang belum pernah terbayangkan sebelumnya.

Para orang tua begitu aktif terlibat mendampingi anaknya saat belajar dari rumah. Ayah dan ibu membahu memberikan motivasi, menemani belajar, bahkan turut pula menjadi guru bagi anak-anaknya.

Jutaan guru Indonesia turut serta dalam ribuan webinar dan pelatihan daring. Guru-guru Indonesia giat dan aktif mencari solusi terbaik demi berlangsungnya pembelajaran di masa pandemi.

Sikap-sikap positif ini, semangat pantang menyerah dan gotong royong adalah sebuah keteladanan untuk anak-anak kita, murid-murid kita, para penerus bangsa.

Saya berharap seluruh insan pendidikan menjadikan situasi pandemi ini sebagai laboratorium bersama untuk menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi.

Saya juga mengajak semua pihak melanjutkan kolaborasi yang telah terbentuk. Pandemi telah memberikan kita momentum dan pelajaran berharga untuk mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan untuk melakukan lompatan dalam menghasilkan SDM-SDM unggul untuk Indonesia Maju.

Bapak dan ibu guru yang saya hormati, pada kesempatan ini kami ingin memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada semua guru, tenaga kependidikan, pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan pendidikan yang telah menciptakan perubahan dan inovasi yang sangat luar biasa.

Dengan semangat juang yang tinggi dan kesabaran bapak ibu guru semua pembelajaran tetap terus berjalan meski dengan segala keterbatasan.

Saya sangat terharu melihat dan mendengar cerita-cerita hebat, dedikasi, kesungguhan bapak dan ibu guru untuk bergerak, mencari solusi agar proses belajar anak-anak kita tidak terhenti.

Ada yang sudah melakukan pembelajaran daring, ada guru yang membuat anak-anak menjadi kelompok kecil dan didatangi secara bergiliran, ada yang masuk ke sekolah dengan menggunakan jadwal bergilir dengan protokol yang sangat ketat, ada yang mendatangi rumah siswa dan berdiskusi dengan orang tua siswa untuk membantu proses belajar dan mengajar di rumah, ada yang mencari sinyal di seberang sungai. Dan sebagainya.

Semua ini menjadi bukti bahwa kita semua adalah pewaris para pejuang yang tidak mau menyerah dengan keadaan. Kita mampu beradaptasi dengan terus belajar, berbagi dan berkolaborasi.

Terima kasih kepada para guru dan tenaga kependidikan yang masih tetap semangat bangkit dan berjuang ditengah kondisi Covid-19. Di HUT PGRI ke-75 ini teruslah bangkitan semangat dan bersatu untuk anak-anak Indonesia.

Reporter Nasrullah

Bagikan:

Iklan