“Dugaan Pemotongan Bansos BPNT Dilaporkan”,Dinsos Cianjur Respon Positif Selama Untuk Kebaikan

  • Whatsapp
Sekdis Dinsos Cianjur Dindin Amaludin.

Cianjur- Dugaan Adanya Pemotongan Bansos program BPNT dengan dalih “uang gesek Rp 5000 oleh agen yang terjadi di kecamatan Sindangbarang kabupaten Cianjur,dilaporkan Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara (YLPKN) Propinsi Jawa barat ke kejaksaan Negeri kabupaten Cianjur.

 

Ketua YLPKN Jabar Hendra Malik seperti dilansir dari MaharNews.com mengungkapkan terkait laporan kepada Kejari Cianjur. Karena ada beberapa temuan hasil monitoring kami, diantaranya adalah adanya potongan dengan dalih Uang Gesek Agen, per KPM itu Rp 5000 rupiah.

“Sehinga bantuan dari program BPNT terpotong 5000 rupiah dari nilai bantuan 200 ribu itu,” Ujar Malik

Selain itu lanjut Malik, “transparansi harga sembako pendistribusian BPNT ini disana ada satu pics daging sapi dengan harga 54000 rupiah. Nah satu pics itukan berapa. Apakah itu satu kilo atau setengah kilo atau berapa.

“Tapi ternyata para Agen yang berada di wilayah kecamatan Sindangbarang itu berpareatif, ada yang 4 ons, ada yang 4 ons setengah, bahkan ada yang kurang dari 4 ons, kenapa bisa terjadi seperti itu,” kata Malik.

Terka pelaporan yang dilayangkan YLPKN ke Kejari mendapatkan tanggapan atau respon dari Dinas Sosial kabupaten cianjur,kepala dinas Sosial Cianjur melalui Sekretaris dinas Sosial (Sekdis) Dindin Amaludin mengatakan merespon positif serta mengapresiasi langkah teman teman YLPKN yang telah memberikan informasi terkait masalah ini.

“Kita apresiasi atas pelaporan yang dilayangkan mudah mudahan dengan pelaporan terkait masalah ini semuanya bisa semakin berencana untuk berbuat baik untuk KPM dan untuk semua jangan sampai ada pihak pihak yang dirugikan”,Kata Dindin saat ditemui di ruang kerjanya,Rabu (03/02/2021).

Untuk permasalahan yang ada sekarang,kita dari Dinsos Cianjur mengharapkan bisa diselesaikan dulu ditingkat bawah,apakah permasalahannya ditingkat desa.

“mudah mudahan dengan adanya komunikasi antara KPM dengan agen,agen dengan pihak desa serta TKSK kecamatan dan juga suplayer bisa mencarikan solusi solusi atas permasalahan yang ada,sehingga masalah tersebut bisa segera teratasi dan tidak memunculkan permasalahan yang lebih besar”.ucap Dindin.

Kalaupun nanti ditingkat desa tidak bisa terselesaikan bisa ke Tikor kecamatan disana ada camat,Kapolsek serta Danramil berembuklah untuk memecahkan permasalahan permasalahan tersebut sehingga permasalahanya bisa dieliminir jangan sampai meluas ke pihak pihak yang bisa memanfaatkan situasi.terang Dindin.

Karena kalau permasalahan tersebut bisa diselesaikan maksimal ditingkat kecamatan,”Alhamdulillah karena tidak berimbas kepada Citra daerah yang semakin terpuruk,tuturnya.

Kitapun pasti akan melakukan crosscek lagi terkait hal ini kelapangan untuk mengetahui masalah yang sebenarnya,

“Intinya mari kita bersama sama berjuang untuk kebaikan saling evaluasi agar apa yang menjadi hak dari KPM dapat diterima sesuai apa yang diharapkan”. Pungkas Dindin.

 

Hasbi (Abie)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *