infobanua.co.id
Beranda KALTARA Diperkirakan Selama Bulan Puasa Ini Ribuan Orang Keluar Masuk Saba Baik Pmi Maupun Orang Nunukan Berbelanja Melalui Jalur Tikus Karena Malaysia Masih Lockdown

Diperkirakan Selama Bulan Puasa Ini Ribuan Orang Keluar Masuk Saba Baik Pmi Maupun Orang Nunukan Berbelanja Melalui Jalur Tikus Karena Malaysia Masih Lockdown

Nunukan, infobanua.co.id – Kalimantan Utara Deportasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) banyak yang keluar masuk saba secara Illegal karena pihak pemerintah malaysia masih melakukan Lockdwn untuk mengurangi Cobid-19.

Jadi untuk Bulan April ini beberapa kali pihak kerajaan malaysia melakukan Deportasi mereka adalah PMI yang bermasalah.

Perlu kira ketahui bahwa Selama ini ada 4 alasan mereka dipulangkan seperti 1.Melakukan tindak kriminal, 2.Terlibat narkoba, 3 .Masuk secara ilegal tidak memiliki Dokumen.
4. Overstay atau tinggal melebihi masa.

itu alasan penting pemulangan PMI yang bermasalah khususnya dari Serawak negara Bagian dan Sabah Malaysia

Jadi kita minta peran serta dari teman-teman khususnya stakeholder terkait agar bisa memperketat penjagaan penjagaan di perbatasan antara Nunukan dengan tawau.

Lanjud Arbain bahwa informasi yang kami dengar untuk sama Bulan puasa ini mereka akan banyak yang pulang dari Tawau ke Indonesia nanti setelah berakhirnya puasa atau menjelang Idul Fitri atau lebaran.

Sebaliknya juga setelah lebaran banyak juga masyarakat Nunukan yang berkunjung ke Tawau khususnya melalui jalur jalur samping.

Untuk yang masa-masa demikian kita sudah melakukan rapat koordinasi berapa kali bahkan di Sebatik pun kita mengundang instansi terkait seperti Polsek Koramil kemudian lurah atau camat itu kita undang kita meminta mereka juga melakukan pencegahan.

Selain itu kami juga memasang baliho baliho Yang intinya pemberantasan sindikat pengiriman pekerja migran Indonesia non prosedural.

Jadi kita mengharapkan untuk kedepannya teman-teman ini bisa mendukung kita karena ditakutkan bisa menjadi korban perdagangan manusia mereka juga akan mengalami aniaya maupun kerja di tempat-tempat yang berbahaya.

Dan tidak kurang juga yang tidak mendapatkan gajinya Apabila mereka berangkat bekerja secara non prosedural ke wilayah tawau Malaysia Ujar Arbain kepada Wartawan.(Yuspal)

Bagikan:

Iklan