Wabub Blitar, Angkat Bicara Tentang Limbah PT Greenfields Indonesia Farm 2

  • Whatsapp
Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso.

Blitar, Infobanua.co.id – Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso, angkat bicara tentang pencemaran limbah PT Greenfields Indonesia Farm 2.

Hal ini kerana lebih dari tiga tahun warga masyarakat di Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar, terganggu dengan limbah kotoran Sapi yang baunya sangat menyengat.

Rahmat menyesalkan, perusahaan peternakan tersebut tidak kunjung menyelesaikan persoalan limbahnya.

Akhirnya Rahmat mendesak pengelola PT. Greenfields farm 2 untuk menepati janjinya, yakni mengelola limbah pabrik dengan tidak membuang limbah ke Daerah Aliran Sungai (DAS) dilingkungan setempat.

Wabup Blitar, Rahmat Santoso, mengatakan bahwa, keterangan yang didapat dari pihak Greenfields menyatakan secara tegas tidak akan membuang kotoran Sapi di Sungai mulai tanggal 27 Mei 2021 lalu.

Tapi kenyataannya mereka masih mendapatkan informasi jika sampai saat ini PT. Greenfields tetap membuang kotoran Sapi di DAS wilayah setempat, sehingga tetap menimbulkan pencemaran udara karena bau kotoran Sapi yang amat menyengat di lingkungan warga masyarakat.

“Ada pernyataan dari PT. Greenfields, mereka tidak akan membuang kotoran atau limbahnya ke Sungai,” kata Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso, Jum’at 25-06-2021.

Menurut Rahmat, kenyataannya tanggal 27 Mei mereka membuat surat pernyataan, tapi ditanggal 27 Mei dia masih membuang, tanggal 28 masih membuang, 29 Mei 2021 sampai sekarang-pun masih membuang limbah di Sungai.

Lebih lanjut Rahmat menjelaskan bahwa, semestinya PT.Greenfields farm 2 memikirkan dampak lingkungan terhadap warga masyarakat akibat dari aktivitas dan operasionalnya.

Pemerintah Kabupaten Blitar, tidak menolak akan kebutuhan investasi yang bertumbuh positif.

“Kami juga butuh investasi. Tetapi kalau Corporate Social Responsibility (CSR) nya nol untuk warga masyarakat, terus investasinya untuk apa,” jlentrehnya.

Masih menurut Rahmat, bahwa pihaknya juga tidak menikmati CSR, kontribusinya untuk Kabupaten nol terus untuk apa. Kemudian di sisi lain mereka juga tidak mampu menyelesaikan limbah, sekarang mau bicara apa.

Rahmat sangat prihatin dan menyesalkan terhadap kenyataan atas persoalan limbah kotoran Sapi dari PT. Greenfields terhadap warga masyarakat yang masih berlangsung.

Bupati Blitar, juga telah menegur PT. Greenfields farm 2 atas polemik ini. Dan menyinggung tentang penutupan operasional PT. Greenfields farm 2, pihaknya menyerahkan keputusannya kepada Bupati Blitar.

“Sekarang semua warga masyarakat juga terdampak. Kami punya contoh dan buktinya kalau mereka masih membuang limbah ke Sungai,” pungkasnya.

Sementara ditempat terpisah Head of Dairy Farm Development dan Sustainability PT. Greenfields lndonesia Farm 2 Blitar, Heru Setyo Prabowo, mengatakan bahwa, perihal penyelesaian dampak pengelolaan limbah, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan pihak perkebunan dan kelompok masyarakat sekitar untuk merajut sinergi dengan elemen masyarakat tersebut.

Terkait pemanfaatan Corporate Social Responsibility (CSR), pihaknya memastikan telah mensosialisasikannya kepada warga masyarakat apa yang dilakukan dari pemanfaatan CSR, PT. Greenfields farm 2.

“Kami bekerjasama dengan beberapa perkebunan dan warga masyarakat disekitar peternakan, merupakan upaya sinergi dalam pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik,” kata Heru.

Menurut Heru, sosialisasi pemberian CSR kepada warga masyarakat, seperti susu sekolah, khitanan massal, hewan kurban, pembangunan atau renovasi tempat ibadah, bedah rumah, kerjasama kemitraan dengan warga terkait pupuk gratis, penanaman rumput pakan ternak, pembagian sembako dan instalasi pipa air bersih sudah dilakukan selama ini. (Eko.B). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *