infobanua.co.id
Beranda HULU SUNGAI UTARA Tim PKK Kalsel Lakukan Verifikasi Lapangan di Desa Pulantani

Tim PKK Kalsel Lakukan Verifikasi Lapangan di Desa Pulantani

AMUNTAI – Kelompok kerajinan anyaman Desa Pulantani, Kecamatan Haur Gading mewakili Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) mengikuti lomba Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (20/6/2023).

Anggota Pokja II TP PKK Provinsi Kalsel, Yulian mengatakan, lomba UP2K merupakan salah satu program pemerintah pusat untuk menggerakkan masyarakat dalam mengembangkan usaha ekonomi kreatif di tingkat keluarga.

“Dalam UP2K ada namanya kelompok khusus dan kelompol pelaksana, mereka yang mengerjakan semua kegiatan-kegiatan yang berkaitan UP2K,” ucap Yulian.

Ada beragam jenis usaha yang diikutsertakan dalam lomba ini, antara lain, kerajinan, kuliner dan lain sebagainya.

Yulian menyebut, dari hasil seleksi 13 kabupaten/kota di Kalsel, hanya 6 yang dipilih masuk nominasi. Salah satunya Kabupaten HSU lolos masuk ke tahap verifikasi lapangan.

“Terkait dengan kriteria (nominasi) ada 3 kriteria, yakni input, proses dan output,” jelasnya.

Terkait kriteria ‘input’ yaitu berupa bentuk dukungan dari pemerintah desa dalam pembentukan Pokja II. Sedangkan, ‘proses’ adalah berupa bentuk penailaian secara langsung di lapangan melalui verifikasi secara faktual.

Kemudian untuk kriteria ‘output’ yaitu ada beberapa indikator yang menjadi dasar penilaian UP2K.

“Terkait dengan pengumuman pemenang akan dilaksanakan pada Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK,” jelasnya.

Pemenang lomba UP2K tingkat provinsi akan mewakili provinsi dalam lomba serupa di tingkat nasional.

Disisi lain, Sekretaris Desa Pulantani, Iwan Hermawan mengaku bersyukur sembari mengucapkan selamat datang kepada tim penilai lomba hatinya PKK tingkat Provinsi Kalsel.

Iwan mengatakan, bahwa kelompok kerajinan anyaman purun di Desa Pulantani ini telah menjadi inisiator penggerak di empat desa sekitarnya. Melalui keahlian mereka dalam anyaman purun, kelompok ini telah berhasil menginspirasi masyarakat di desa-desa sekitar untuk mengembangkan potensi kerajinan tradisional yang dimiliki.

“Poin penting bahwa kita menggagas, UP2K menggagas melalui kelompok kerajinan. Dan kemudian menjadi inisiator dari empat desa lainnya.” pungkasnya.

Bagikan:

Iklan