TKI Ke Malaysia Bagaikan Gayung Bersambut Majikan Lebih Cenderung Pekerjakan PMI Tampa Dokumen

  • Whatsapp
Drs.Arbain Kordinator Sekalugus Kasi Pelayanan Kantor Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT.BP2MI Nunukan Kalimantan Utara)

“Sekilas wawancara Khusus Media ini Yuspal dengan Drs.Arbain Selaku Kordinator Kasih pelayanan BP2MI Nunukan”.

Nunukan, infobanua.co.id – Senin 5/7/2021 Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI Nunukan Kaltara).

bagaimana pelayan badan perlindungan pekerja migran Indonesia saat ini?

Menurut Drs Arbain Selaku Kordinator Kasih Pelayanan pada BP2MI Nunukan bahwa Dalam situasi masa pandemi seperti sekarang Malaysia lagi menutup akses yang resmi untuk keluar masuknya WNI atau pekerja migran Indonesia sehingga dalam akhir-akhir tahun dan bulan Juni banyak pekerja migran Indonesia yang memang yang pulang secara mandiri dari akses-akses pintu-pintu keluar dari perbatasan secara illegal karena ditutupnya oleh pemerintah Indobesia dan pemerintah Malaysia.

Maka Pekerja Migran Indonesia pulang secara non prosedural melalui jalur tikus atau atau jalur secara illegal.

pada hal pemerintah Indonesia sudah mengintruksikan kepada pihak PMI yang akan pulang ke Indonesia secarah Resmi agar melaporkan diri ke pada KBRI atau Konsulat yang terdekat agar bisa pulang secara Resmi dan dibiayai oleh Negara

Di dalam bulan Juni sendiri kami menerima sebanyak 32 orang khusus bulan Juni yaitu dari Kecamatan Krayan mereka ini diamankan oleh petugas – petugas Satgaspamtas yang bertugas menjaga di perbatasan Krayan, kemudian imigrasi Krayan dan pemerintah daerah kabupaten Nunukan melalui pihak Kecamatan krayan.

Jadi mereka ini dalam hal perlindungan migran Indonesia kepulangannya menjadi tanggung jawab kita semua baik pemerintah pusat bp2mi pusat dan bp2mi yang ada di Nunukan berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Ada juga yang kemarin kami terima dari Kecamatan Seminggaris mereka melalui kalabakan serudung lintas ke perbatasan yang ada di kecamatan simanggaris, dan Sebagian ada yang dari bekerja di Malaysia.

Jug ada yang ingin pulang kampung sesuai dengan keinginan mereka dan ada juga yang putus kontrak dengan majikan dan tidak memperpanjang kontrak Mereka lagi.

Kalau di perbatasan intruksi memang mencegah adanya PMI yang masuk Secara non-prosedural.

BP2MI Nunukan sudah bekerja dengan bersinergi dengan Semua Stake Holder serta aparat yang bertugas dikabupaten nunukan.

Badan Pencegahan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI kemudian juga kita himbau kalau memang mereka menemukan PMI masuk secara non prosedural bisa kita cegah agar mereka nanti dilindungi aman masuk ke malaysia.

Utama kalau mereka berdokumen hak dan kewajiban mereka bisa terpenuhi itu BP2mi berusaha untuk yang masuk secara non prosedural harus kita cegah beri pengertian.

Mereka harus mengurus dokumennya Resmi agar nanti di sana mereka tidak teraniaya dengan para majikan dan calo- calo yang tidak bertanggung jawab.

kenapa bisa terjadi banyak PMI keluar masuk tampa prosedural apakah lemahnya Pengawasan dari dimalaysia?.

Arbain kasih pelayanan bahwa pihak aparat Malaysia uda tegas Namun kalau kita melihat di pemberitaan di Malaysia juga ada penangkapan atau pencegahan mereka yang masuk tapi kalau saya lihat lebih tidak maksimal, kalau memang aparat Malaysia tegas tidak mungkin TKI berangkat lagi kesana

saat ditanya Kenapa BP2MI belum melakukan pengiriman PMI secara Prosedural ke Malaysia?.

Drs.Arbain Kasi Pelayanan Sampai saat pandemi ini belum ada informasi statement dari Pihak pemerintah Malaysia untuk menerima pekerja baru secara Resmi atau prosedural karena situasi Lockdown.

Namun kalau kita melihat situasi Malaysia sekarang ini kan dalam masa Pendemi ini banyak perusahaan atau Company dimalaysia yang tidak berjalan secara normal dampak Covid-19 Makanya PMI secara illegal keluar masuk dan banyak juga majikan yang sudah selesaikan kontraknya oleh Pekerja Migran Indonesia.

Kenapa akhir akhir ini banyak pmi pulang tampa prosedural?.

Arbain kordinator kasi pelayanan Pekerja Migran Indonesia banyak pulang beberapa faktor seperti tidak diperpanjang kontaknya artinya peluang kerja di sana juga berkurang namun ketidak tahunya Pekerjq migrqn Indonesia (PMI) ini tetap nekat coba masuk ke Malaysia Dengan berpikir bahwa di sana banyak pekerjaan Padahal di Malaysia sendiri banyak majikan Stop operasi dampak Covi-19.

Majikan yang melakukan pemutusan Hubungan Kerja ( mem-phk), pekerjaannya kemudian perusahaannya jatuh bangkrut ujar Arbain .(yuspal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *