Warga Amuntai Budidaya Sayuran Hidroponik di Tengah Pandemi Covid – 19

  • Whatsapp

AMUNTAI, infobanua.co.id – Budidaya sayuran dengan media hidroponik menjadi salah satu alternatif usaha menjanjikan saat ini. Bukan saja menjadi usaha paruh waktu, melainkan sudah menjadi tren usaha baru yang menjanjikan.

Bahkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk pola hidup sehat ditengah pandemi Covid-19 dengan mengkonsumsi sayur – sayuran.

Hamdani Rahman, salah seorang warga Desa Pelampitan Hulu, Kecamatan Amuntai tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) yang sudah mencoba keberuntungan menekuni usaha budidaya sayuran hidroponik hampir setahun telah merasakan hasilnya.

Berawal dari keinginannya untuk memiliki penghasilan tambahan dan membantu perekonomian keluarganya, dirinya mencoba mempelajari beberapa buku dan sosial media tentang pembudidayaan tanaman sayuran hidroponik, pelan-pelan akhirnya bisa membuahkan hasil dan menjadikan salah satu sumber penghasilan.

Dirinya mengakui, kesadaran masyarakat akan pola hidup sehat saat pandemi Covid-19 membuat permintaan sayur dari kebun hidroponik dari hari ke hari terus mengalami peningkatan permintaan.

“Ada banyak perbedaan antara sayuran yang dihasilkan dengan sayuran biasa yang dijual di pasar, sayuran hidroponik lebih menghasilkan produk relatif lebih segar dan kita hanya menggunakan pestisida alami seperti bawang putih yang diblender.” jelas Hamdani.

Untuk harga, karena kualitas sayur hidroponik lebih baik, membuat harganya cenderung relatif lebih mahal, hal itu sayuran hidroponik memiliki konsumen pasar tersendiri.

“Segmen pasar sayuran ini, selain dibeli perorangan, banyak juga dari mereka adalah resto lokal dan pedagang kuliner lain seperti penjual kebab dan burger,” tutur Hamdani.

Jenis sayuran yang dibudidayakan berbagai macam seperti,selada dan sawi sendok atau pakcoy.

Ia juga menambahkan bahwa usaha budidaya sayuran hidroponik ini sangat tepat dan cocok di wilayahnya serta tidak perlu menggunakan lahan yang besar.

“Saat banyak warga menghindari tanaman atau sayur berpestisida, tentu ini alternatif yang bagus, budidaya hidroponik juga efektif untuk memanfaatkan lahan sempit pekarangan.” ujar Hamdani.

Rel/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *