Bupati Blitar Launching Si Jaran Ijo, Untuk Melayani Warganya

  • Whatsapp

Blitar, Infobanua.co.id – Bupati Blitar, Rini Syarifah, melaunching salah satu inovasi terbaru dari Dispendukcapil, yakni Program Inovasi Jemput Bola Rentan Adminduk, Iso Jujuk Omah (Si Jaran Ijo) di Desa Ngeni, Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, Selasa 09-03-2021.

Dalam sambutanya, Rini mengatakan bahwa, program Si Jaran Ijo diluncurkan untuk mempercepat pelayanan Administrasi Kependudukan (Adminduk) di tingkat bawah.

Sesuai dengan visi dan misinya, yaitu mendorong pelayanan publik di Kabupaten Blitar, khususnya layanan Adminduk harus ditingkatkan kualitasnya agar warga masyarakat semakin cepat, mudah dan nyaman.

Lebih dalam Rini menerangkan bahwa, membenahi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik merupakan satu dari lima prioritas kerja Bupati dan Wakil Bupati Blitar.

Pelayanan publik yang prima merupakan salah satu target kinerja 100 hari Bupati Rini bersama Wakil Bupati Rahmat Santoso.

“Aspirasi warga masyarakat terkait pelayanan publik yang berkualitas harus menjadi perhatian Pemerintah. Untuk itu program Si Jaran Ijo ini adalah wujud Negara hadir untuk masyarakat,” kata Bupati Blitar, Rini Syarifah.

Menurut Rini, bahwa inovasi program Si Jaran Ijo memberikan kemudahan pelayanan kepada warga masyarakat tentang perekaman data khususnya bagi penduduk rentan.

Program baru ini benar-benar memberikan kemudahan karena petugas dari Dispendukcapil akan datang melakukan perekaman dengan mendatangi rumah penduduk.

Jumlah penduduk Kabupaten Blitar saat ini sebanyak 1.215.729 orang. Sedang jumlah penduduk yang wajib rekam dan belum rekam data sebanyak 19.121 orang. Jumlah penduduk di atas 60 tahun dan belum rekam data sebanyak 2.293 orang.

Program Si Jaran Ijo ini hadir untuk memberikan solusi bagi penduduk rentan yang belum melakukan perekaman data kependudukan.

“Rentan adminduk merupakan kondisi penduduk sebagai akibat dari bencana alam, bencana sosial, Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ), lanjut usia dan penduduk terlantar,” jlentrehnya.

Selanjutnya Rini berharap, dengan keberadaan program Si Jaran Ijo dapat membantu menyelesaikan pendataan bagi mereka yang berada dalam kondisi rentan.

“Data adminduk ini sangat penting, diantaranya digunakan untuk perencanaan pembangunan dan penyaluran bantuan sosial,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Luhur Sejati, mengatakan bahwa, Si Jaran Ijo adalah inovasi terbaru dari Dispendukcapil Kabupaten Blitar.

Lewat program ini petugas Dispendukcapil turun langsung melakukan perekaman data dengan mendatangi langsung rumah-rumah warga yang masuk kategori penduduk rentan.

“Disini yang kami jual adalah Iso Njujug Omah. Muaranya adalah jika ada warga kami yang tidak bisa datang ke kantor Dispendukcapil, tidak bisa ke kantor Desa, kami akan turun memberikan pelayanan perekaman dengan datang langsung ke rumah warga,” kata Kepala Dispendukcapil Kabupaten Blitar, Luhur Sejati.

Menurut Luhur, bahwa setelah direkam mereka bisa punya data sehingga tercatat sebagai penduduk Negara Indonesia dengan memiliki NIK.

Dengan program Si Jaran Ijo ini diharapkan ke depan adminduk bukan menjadi barang yang sulit lagi di Kabupaten Blitar. Dan Inovasi ini diharapkan tidak akan ada lagi warga di Kabupaten Blitar yang belum perekaman data Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Karena Inovasi-inovasi yang terus dilahirkan oleh Dispendukcapil, merupakan upaya untuk gerakan pengurusan adminduk cukup dari Desa.

“Kami akan keliling dari rumah ke rumah berdasarkan pengajuan dari Desa atau Kelurahan. Dan Program Si Jaran Ijo ini sementara kami agendakan setiap hari Selasa. Karena kami membagi dengan kegiatan yang lain,” ungkapnya.

Untuk hari Selasa akan diprogramkan Si Jaran Ijo, hari Rabu PKS dengan Kades dan Lurah, kemudian Kamis ada pelayanan drive thru se-Kabupaten Blitar. Untuk hari Jum’at jemput bola Berkah se Kabupaten Blitar.

“Muaranya adalah kami akan terus terjun ke lapangan dan layanan kependudukan ke depan tidak perlu lagi di kantor Dukcapil, semua urusan adminduk akan di lakukan di Kantor Desa atau Kantor Kelurahan,” pungkasnya. (Eko.B).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *