Pengerajin Jukung Desa Tapus Tetap Bertahan

  • Whatsapp

Amuntai, infobanua.co.id – Pembuatan Jukung (Perahu) masih terus dipertahankan oleh sejumlah masyarakat di Hulu Sungai Utara (HSU) sampai saat ini, salah satunya masyarakat di Desa Tapus Kecamatan Amuntai Tengah.

H. Atta salah satu pengrajin jukung desa tapus yang sudah menggeluti usahanya dari tahun 1990 hingga sekarang mengatakan usaha yang dijalani ini adalah usaha satu-satunya yang ia miliki.

“Alhamdulillah, sudah 31 tahun menjalankan usaha membuat jukung, dari usaha ini saya dan keluarga mendapatkan penghasilan untuk biaya hidup,” ucapnya. Rabu (16/3/2021).

Ia mengatakan, untuk harga jukung yang ia jual sangat bervariasi tergantung ukuran pesanan oleh pembeli dan untuk jukung yang ia buat ini bisa diselesaikannya dalam kurung waktu kurang lebih 4 hari untuk satu jukung.

“Harga jukung ada bermacam-macam, untuk ukuran 5 meter atau jukung kecil harganya kisaran 2 juta, untuk ukuran 6-7 meter harganya 3,5 juta sampai 4 juta, ya kita buatkan tergantung pesanan yang ada,” ungkap atta.

Sedangkan untuk kayu ulin sebagai bahan utama untuk membuat jukung ia mengatakan diperolehnya dari penjual didaerah amuntai sendiri.

“Kayu ulin kita beli dari penjual didekat daerah sini, kita pilih kayu ulin karena kekuatan dan keawetannya, sehingga jukung yang saya buat bisa bertahan sampai 20 tahun bahkan lebih,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, untuk minat masyarakat terhadap jukung tidak berbeda dari dulu hingga sekarang.

“Sampai saat ini bisa dikatakan pesanan selalu ada, baik untuk daerah amuntai hingga keluar daerah, mungkin karena kebutuhan masyarakat serta wilayah kita yang kebanyakan rawa dan sungai,” pungkasnya.

Fai/IB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *