Kegiatan Bongkar Muat Dipelabuhan Nunukan Lumpu Total

  • Whatsapp
pelabuhan lumpu total tdk ada aktivitas sama sekali akibat PT.Spil belum.menyelesaikan utangnya kepada Negara

Nunukan, infobanua.co.id – Jumat 16 Maret 2021 General Manger PT.Pelindo IV Cabang Nunukan Muhdar mengambil langka Tegas menutup aktivitas fieilayah b9ngkar muat khisusnya pelayanan kontainer ditutup sementara mengunakan Alat berat.

Muhdar selaku GM PT Pelindo nunukan
Sebenarnya itu bukan penutupan, penutupan itu di depan pintu Pelabuhan ini bukan hanya di jalur masuk kegiatan staffing striping.

Kenapa kami laksanakan karena kami peringatkan secara lisan berkali-kali sudah bersurat bahwa kami mau menerapkan sixpro sesuai aturan direksi PT 31 tahun 2017 semua jasa kepelabuhanan itu harus Bayar dulu baru dilayani.

Kenyataannya selama ini kami sudah dooring sudah laksanakan semua apa yang permintaan pemakai jasa atau yang mewakili pemilik barang adalah PT.SPIL kami sudah laksanakan tapi kenyataannya tidak lancar pembayaran nya.

PT.Spil berbagai Alasan nya segala macam kami juga tidak tahu, yang jelas kami ini kesulitan keuangan pembayaran untuk pembayaran buruh TKBM yang bekerja dengan mobil, utang itu harus dibayar.

Sementara itu piutang ini ada dari tahun 2016 tidak terbayar dibayar, misalnya seumpama ada 10 nota dikirim di bayar hanya 6 sampai 7 jadi masih tinggal lagi dan akhirnya menumpuk,
untuk sekarang termasuk kapal kontrak jumlah total piutang pelindo ini adalah 4 miliar.

Sementara ini buruh TKBM tidak mau tahu begitu kontainer datang tagihan harus dibayar, yang jadi masalah penutupan itu sebenarnya untuk sementara sambil menunggu pemilik pemilik barang ini menyelesaikan kewajiban administrasinya di sini.

Kuncinya bisa dilayani itu apabila pemilik barang atau yang mewakili logistik ini ajukan dulu permintaan 1D yang mana 1D adalah permintaan peti kemas dilampiri dengan delivery order dan resi dibawa ke kantor Pelindo.

lalu Pelindo buatkan perhitungan, selesaikan di bank habis itu Manager kami perintahkan gif untuk SPK nya buruh untuk sementara saja sambil menunggu penyelesaian administrasinya dan juga utang tahun yang lalu 2020 diselesaikan administrasinya.

Kami sudah menyampaikan informasi secara bersurat mereka sudah tahu dan juga mereka tahu sispro di sini kalau pejabat yang lama saya tidak tahu karena tidak melihat secara langsung kebijakan-kebijakan dari pejabat lama.

yang saya tahu dan yang saya jalankan ini adalah sistem yang berlaku PT pelabuhan indonesia 4 yang dipercayakan di Nunukan sispronya begitu.ujar Mudar.

Selama ini menurut manajer operasi mengjimbau kepada PT.Spil berkali kali agar menyelesaikan dulu administrasinya.

Namun PT.Spil sangat Bandel ya kita ambil langka warning penutupan sementara karena berkali oali Pelindo memberikan kebijakan namun tidak ada niat tulusnya untuk menyelesaikan kewajibannya,
begitu terus dan menumpuk karena sudah kami menutup sementara proses masuk tapi tidak menutup Pelabuhan hanya menutup di lokasi staffing striping sambil menunggu penyelesaian administrasi nya.

Menurut Damsi Kepala Operasi PT Pelindo IV Nunukan Kita memang beda-beda ada yang menjalankan kebijakan ada yang tidak.

Jadi kata damsi sekarang itu coba sesuai sispro bahwa pembayaran dimuka dulu baru kita ada kegiatan, tapi kalau yang lalu memang kebanyakan kebijakannya. ujar Damsi selaku kepala Operasi PT Pelindo cabang nunukan.

karena GM pelindo terdahulu banyak memberikan kebijakan dan GM Pelindo sekarang ini sekarang tidak mau lagi bijak terus susah Kapan mau maju nya ujar Damsi Kepala Operasi PT pelindo 4 cabang nunukan kalau kebijakan terus.

setiap pergantian ada kebijakan akhirnya menimbulkan itu tadi seharusnya orang itu membayar tapi malah berpikir dan mengulur ulur pembayaran .

General Maneger PT Pelindo 4 Cabang Nunukan
berharap dengan adanya seperti ini memakai jasa atau yang mewakili Yang menaungi pemakai jasa adalah PT.Spil agar ke depan Taat pada aturan yang diberlakukan oleh Pelindo dan ikuti sispro yang berlaku di PT Pelindo, Sispro itu sudah jelas bahwa sebelum adanya kegiatan harus menyelesaikan administrasi.

Kalau staffing harus minta dulu resi ke pelayaran kalau striping harus ada delivery order dari pelayaran residen delivery order itu dibawa ke Pelindo dengan dilampiri 1.

permintaan pelayanan peti kemas baik starving maupun striping setelah di itu akan diadakan registrasi.

setelah registrasi kita akan melakukan perhitungan berapa yang harus dibayar setelah selesai pembayaran.

Dan bukti pembayaran itu dibawa ke pintu pelabuhan baru kita perintahkan TKBM minta kerjakan .

Lanjud GM PT Pelindo berharap pemakai jasa yang ada di Nunukan ini sadar bahwa harus mengikuti prosedur Bayar dulu kewajibannya.

karena PT selaku Pengelola Pelabuahan selama ini berbaik hati dari tahun ke tahun kepada Biro jasa penguna Pelahuhan.ujar Mudar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *